Market Overview
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (25/2) di zona hijau. Indeks naik 0,50% ke level 8.322,23.
Kenaikan ini ditopang sejumlah saham big caps seperti BBRI yang menguat 2,58%, BBCA naik 1,38%, serta INKP yang melesat 16,50%. Di sisi lain, beberapa saham masih tertekan, di antaranya BREN turun 2,20%, BMRI melemah 1,40%, dan TPIA terkoreksi 3,82%.
Aksi beli investor asing tercatat Rp1,18 triliun di pasar reguler dan Rp2,74 triliun di seluruh pasar. Dari 11 sektor, delapan sektor ditutup menguat. Sektor Transportation menjadi yang paling dalam penurunannya yakni 1,69%, sedangkan sektor Healthcare memimpin penguatan dengan kenaikan 2,73%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen positif juga datang dari bursa saham Amerika Serikat. Indeks Dow Jones naik 0,63% ke 49.482, S&P 500 bertambah 0,81% ke 6.946, dan Nasdaq menguat 1,26% ke 23.152. Penguatan dipicu rilis data penjualan perusahaan teknologi yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap prospek kinerja sektor tersebut. Dampaknya terasa hingga ke ETF EIDO yang naik 1,50% dan indeks MSCI Indonesia yang bertambah 0,15%.
Baca juga: IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 8.322 |
Berita Emiten
Fore Kopi Indonesia (FORE)
FORE memasang target pembukaan 100 gerai baru sepanjang tahun ini. Perseroan memperkirakan kebutuhan belanja modal sekitar Rp200 miliar dengan asumsi biaya Rp 2 miliar per gerai.
Ekspansi akan dibagi merata, masing-masing 50% di wilayah tier 1 dan 50% di tier 2 serta tier 3. Tak hanya itu, manajemen juga menyiapkan penambahan hingga 30 gerai Fore Donut di sejumlah pusat perbelanjaan di Pulau Jawa. Untuk lini ini, kebutuhan belanja modal diperkirakan minimal Rp60 miliar.
Sumber pendanaan berasal dari arus kas internal dan sisa dana hasil IPO 2025. Hingga Januari 2026, realisasi penggunaan dana IPO baru mencapai Rp101,84 miliar atau sekitar 30,20% dari total dana yang dihimpun.
Sinergi Inti Andalan Prima (INET)
INET melakukan aksi korporasi dengan mengakuisisi 60% saham PT Trans Hybrid Communication (THC) senilai Rp 160 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur fiber optik, termasuk backbone, fiber to the home (FTTH), dan network access point (NAP) internasional.
Melalui ekspansi tersebut, INET menargetkan pembangunan 2 juta homepass FTTH di Bali–Lombok serta 800 ribu homepass di Kalimantan Barat dengan proyeksi tingkat pemanfaatan 60–70%. Selain itu, perseroan juga menggarap proyek kabel laut Jakarta–Batam–Singapura berkapasitas 20 Tbps guna memperluas jangkauan layanan korporasi.
Rekomendasi Saham Hari Ini
BUVA - Buy 1640-1650 | TP 1700-1760 | SL 1550
WIFI - Buy 2620-2630 | TP 2690-2750 | SL 2460
WIRG - Buy 97-98 | TP 101-106 | SL 93
BKSL - Buy 141-142 | TP 148-152 | SL 133
ISAT - Buy 2330-2350 | TP 2410-2470 | SL 2200
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
Simak juga Video 'IHSG Kebakaran, Apa Artinya buat Ekonomi RI?':
(ang/ang)










































