Seharian Loyo, IHSG Ditutup di Zona Hijau

Seharian Loyo, IHSG Ditutup di Zona Hijau

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 27 Feb 2026 16:45 WIB
Seharian Loyo, IHSG Ditutup di Zona Hijau
Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau setelah seharian melemah akibat peringatan S&P Global Ratings tentang penurunan peringkat kredit Indonesia yang bisa terjadi dalam waktu dekat. IHSG ditutup pada level 8.200-an.

Berdasarkan data RTI, Jumat (27/2/2026), IHSG ditutup pada level 8.235 atau menguat 0,22 poin. Posisi itu menguat dibandingkan pembukaan yang berada di jalur merah pada level 8.211.

IHSG hari ini tertinggi pada level 8.246. Kemudian untuk terendahnya berada di level 8.093.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nilai transaksi indeks pada perdagangan hari ini mencapai Rp 38,24 triliun dengan melibatkan 47,63 miliar lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 2,52 juta kali.

Dari jumlah transaksi itu, sebanyak 341 saham hari ini menguat, 315 saham melemah dan 163 saham stagnan.

ADVERTISEMENT

Meski menguat secara harian, IHSG masih melemah 0,44% secara mingguan, melemah 1,02% secara bulanan dan melemah 2,04% secara tiga bulanan. IHSG menguat 4,74% secara enam bulanan, meski sepanjang 2026 melemah 4,76%.

Wanti-wanti S&P

Profil kredit Indonesia disorot S&P Global Ratings. Penurunan peringkat kredit dinilai bisa saja terjadi dalam waktu dekat.

Lembaga pemeringkat global itu memperingatkan meningkatnya tekanan fiskal, khususnya biaya pembayaran utang yang lebih tinggi telah meningkatkan risiko ekonomi bagi Indonesia. Dikutip dari Bloomberg, Analis di S&P Global Ratings Rain Yin menilai pembayaran bunga utang Indonesia sangat mungkin melebihi ambang batas utama 15% dari pendapatan pemerintah tahun lalu.

Jika tetap di atas ambang batas secara berkelanjutan, hal itu dapat memicu pandangan yang lebih negatif terhadap peringkat kredit Indonesia. Yin memaparkan hal tersebut dalam sebuah webinar tentang kawasan Asia Pasifik.

S&P sendiri belum mengubah prospek pada peringkat kredit Indonesia di level BBB. Hanya saja, komentar Yin menunjukkan kekhawatiran yang meluas tentang posisi fiskal Indonesia.

(aid/fdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads