IHSG Dihujani Profit Taking
Kamis, 04 Okt 2007 08:27 WIB
Jakarta -
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dengan cepat meski tinggal selangkah menggapai level 2.500 pada perdagangan kemarin. Melemahnya bursa-bursa regional memicu derasnya aksi profit taking.Aksi tersebut diprediksi akan berlanjut hingga perdagangan Kamis (4/10/2007). Apalagi sebagian besar saham sudah dalam posisi overbought, setelah mengalami kenaikan tajam.Selain itu, sentimen negatif datang dari bursa saham Wall Street yang kembali memerah menjelang keluarnya data tentang angka pengangguran di AS. Data tersebut diharapkan bisa memberi petunjuk tentang arah suku bunga.Pada perdagangan Rabu (3/10/2007), Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 79,26 poin (0,56%) ke lev el 13.968,05, Nasdaq turun 17,68 poin (0,64%) ke level 2.729,43. Standard & Poor's 500 melemah 7,04 poin (0,46%) ke level 1.539,59.Bursa saham Tokyo pun langsung ikut melemah. Pada awal perdagangna hari ini, Indeks Nikkei-225 dibuka langsung melemah 99,41 poin (0,58%) ke level 17.100,48.Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:Bhakti Securities:Turunnya indeks Dow Jones yang kemudian diikuti oleh melemahnya nilai tukar rupiah mengakibatkan indeks pada perdagangan kemarin terkena aksi profit taking dan ditutup terkoreksi 0,54% menjadi 2,451. Kami memperkirakan pergerakan indeks pada hari ini akan bergerak variatif dengan kecendrungan melemah dipicu oleh posisi indeks yang masih berada pada area overbought. Kisaran indeks harian 2,420-2,487. Optima Investama:Indeks hampir menyentuh level tertinggi 2.500 sebelum koreksi karena beberapa investor profit taking. Beberapa saham koreksi cukup dalam karena sudah masuk overbought. Indeks diperkirakan terkoreksi lagi apabila aksi profit taking berlanjut dimana untuk hari ini diperkirakan dikisaran 2.420-2.480 dengan saham pilihan: UNSP, ENRG, AALI dan UNTR.
(qom/qom)










































