Investor Lokal Cuma Kecipratan 20% Saham Gapura Prima
Kamis, 04 Okt 2007 13:04 WIB
Jakarta - Perusahaan properti PT Gapura Prima Tbk mengalokasikan mayoritas saham perdana ke investor asing. Investor lokal hanya kebagian jatah 20 persen sementara 80 persen saham IPO diguyur ke investor asing.Demikian dikatakan oleh Direktur Utama Gapura Prima Rudy Margono kepada detikFinance di sela-sela pelaksanaan penawaran saham perdana perseroan di Kantor Cabang Bank Mandiri Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (4/10/2007)."Dalam pelaksanaan IPO ini kami memang menginginkan investor yang membeli saham kami merupakan investor long term (jangka panjang). Karena kita tahu bahwa bisnis properti merupakan bisnis yang sifatnya jangka panjang," tuturnya.Dikatakannya, investor asing yang berminat untuk membeli saham perseroan antara lain berasal dari Kuwait, Dubai dan Malaysia."Selain itu juga mereka (investor asing) sudah meminati bisnis dan proyek-proyek yang akan kita laksanakan," jelas Rudy.Rudy mengatakan bahwa meskipun kondisi pasar modal beberapa saat lalu sempat terguncang akibat krisis subprime mortgage di AS, akan tetapi perseroan masih tetap optimis bahwa pelaksanaan IPO akan sukses karena prospek bisnis properti cukup menjanjikan. Saat book building, dikatakan Rudy, saham perseroan sudah mengalami kelebihan permintaan (oversuscribe) sebanyak 7 kali. "Mungkin dengan masa penawaran selama 3 hari sampai Senin depan, sepertinya akan sampai 10 kali, jadi pasar jugasangat optimis. Tapi nanti meskipun oversubscribe kami tidak akan menambah saham ke pasar lagi, cukup 30 persen," ujarnya.Rudy mengatakan saat ini ada 5 proyek yang sedang digarap oleh perseroan, antara lain proyek Water Park di Cilegon, Citiwalk di Bogor, HIPMI Tower dan Kebagusan City di Jakarta. "Nilai proyek ini cukup besar karena itu dana dari hasil IPO ini yaitu Rp 300 miliar akan dijadikan modal kerja kami untuk pembangunan proyek-proyek tersebut," jelasnya.Selain itu, pada kesempatan yang sama Direktur Gapura Prima Dedi Setiadi mengatakan bahwa perseroan memang berencana untuk menerbitkan REITs tahun depan. "Penerbitan REITs ini mungkin akan dilakukan sekitar bulan Maret 2008, saat ini memang rencana tersebut terus kita kaji dan REITs tersebut akan kami jadikan salah satu alternatif sumber pembiayaan. Besarannya sekitar US$ 250 juta," paparnya.Sampai akhir tahun perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp 54 miliar.
(dnl/ard)











































