Perang AS-Israel vs Iran Bikin IHSG Anjlok, Bos Bursa Buka Suara

Perang AS-Israel vs Iran Bikin IHSG Anjlok, Bos Bursa Buka Suara

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 02 Mar 2026 10:54 WIB
IHSG dibuka menguat pada perdagangan Jumat (30/1/2026) setelah dua hari tertekan. Rebound pasar terjadi seiring pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman.
Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot pada perdagangan hari ini, Senin (2/3). Indeks saham RI bahkan sempat bergerak pada level terendah di posisi 8.000-an.

Menanggapi hal tersebut, Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan volatilitas IHSG hari ini kuat dipengaruhi faktor geopolitik. Ia mengingatkan agar investor bersikap rasional dan tetap memperhatikan fundamental emiten dalam mengambil keputusan investasi.

"Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik yang terjadi di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental. Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing masing investor" ungkap Jeffrey dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, eskalasi geopolitik memanas usai Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2) kemarin. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, disebut tewas dalam serangan tersebut.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, IHSG pada pembukaan hari ini tercatat melemah 1,58% ke level 8.105,76 sekitar pukul 09.05 WIB. Tak berselang lama, indeks saham RI melemah lebih dalam sebesar 2,32% ke level 8.039,50.

Sementara saat ini, IHSG kembali naik meski tercatat koreksi sebesar 1,72% ke level 8.094,18. Tercatat volume perdagangan sebanyak 24,95 miliar dengan nilai transaksi Rp 12,67 triliun.

Mayoritas saham hari ini bergerak di zona merah. Adapun rinciannya, 638 saham melemah, 105 saham menguat, dan 69 saham stagnan.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads