OJK Ungkap Hasil 4 Kali Pertamuan dengan MSCI, Ada 4 Proposal Utama

OJK Ungkap Hasil 4 Kali Pertamuan dengan MSCI, Ada 4 Proposal Utama

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 03 Mar 2026 13:47 WIB
Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi,
Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi,Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) telah bertemu dua penyedia indeks global, MSCI (Morgan Stanley Capital International) dan FTSE (Financial Times Stock Exchange), untuk menindaklanjuti berbagai catatan terhadap pasar modal Indonesia.

Menurut Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas OJK Hasan Fawzi pada Februari lalu ada empat pertemuan dilakukan baik pada tingkat pimpinan indeks provider global tersebut, di tingkat analis, maupun pertemuan di level teknis.

"Kami bisa menyatakan bahwa ruang komunikasi yang kita lakukan itu sangat terbuka, kemudian konstruktif, bahkan kemudian sampai ke tingkat teknis dan detail," ujar Hasan di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ingin memastikan apa yang kita jadikan respon, proposal solusi itu betul-betul dapat mereka terima pada akhirnya," sambungnya.

Hasan menjelaskan ada empat proposal utama yang disampaikan sebagai respons cepat. Empat proposal tersebut di luar delapan rencana aksi jangka menengah dan panjang yang telah disiapkan.

ADVERTISEMENT

Pertama, menghadirkan transparansi data kepemilikan saham dari perusahaan terbuka melalui pendalaman granularitas data oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Jika sebelumnya klasifikasi investor hanya terdiri dari sembilan tipe, ke depan akan diperluas menjadi 28 tipe investor.

"Yang kedua kita juga akan menghadirkan keterbukaan kepemilikan saham perusahaan terbuka dari investor yang memiliki angka kepemilikan di atas 1%. Kalau sebelumnya kewajiban itu hanya kita kenakan kepada investor yang memiliki kepemilikan saham di atas 5%, maka sekarang bahkan sampai yang memiliki 1% ke atas pun kita hadirkan transparans," ujarnya.

Ketiga, Hasan bilang pihaknya akan mendorong tingkat pendalaman dan partisipasi publik yang lebih luas melalui kebijakan peningkatan angka minimum dari free float atau saham yang tradable yang dapat dilakukan perdagangannya oleh para investor publik.

"Dari yang saat ini ada di angka 7,5% minimum free float menjadi nanti secara bertahap menuju angka minimum 15%," katanya.

Keempat, menghadirkan daftar konsentrasi kepemilikan saham di perusahaan terbuka. Langkah ini bertujuan memudahkan investor dan indeks provider global dalam mengidentifikasi potensi risiko konsentrasi kepemilikan.

Saat ditanya lebih lanjut respons MSCI maupun FTSE, Hasan menyebut pertemuan bersifat konfidensial. Namun, ia memastikan respons yang diterima sejauh ini cukup positif.

"Secara umum tadi sangat konstruktif, mereka sementara ini dapat menerima seluruh agenda proposal solusi yang kita sedang lakukan dan bahkan sebelum evaluasi berikutnya yaitu yang akan dilakukan oleh MSCI di bulan Mei," terang Hasan

Tonton juga video "Dihantam MSCI Pasar Modal Indonesia Masih Terjaga Karena Peran Pasar Domestik"

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads