Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah sepanjang perdagangan sesi I hari ini, Rabu (4/3/2026). Pelemahan indeks saham hari ini disebut kuat dipengaruhi konflik Timur Tengah.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meningkatkan kekhawatiran investor. Pasalnya, penutupan Selat Hormuz imbas perang berdampak terhadap harga energi dan inflasi global.
"Perang AS-Iran berdampak terhadap harga energi dan inflasi global. Sentimen risk-off diperkirakan masih terjadi seiring dengan faktor geopolitik global dan kekhawatiran pasar terhadap inflasi serta volatilitas market," ungkap Nafan kepada detikcom, Rabu (4/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, perang yang berkepanjangan berpotensi menekan perekonomian dunia mengingat penutupan Selat Hormuz berpotensi meningkatkan ongkos logistik. Kinerja ekspor juga disebut akan terganggu imbas perang tersebut.
Baca juga: IHSG Anjlok hingga 4%, BEI Buka Suara |
"Jika berkepanjangan, perang itu dapat menekan perekonomian sebab ongkos logistik meningkat dan menekan peluang ekspor," imbuhnya.
Dihubungi terpisah, Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, mengatakan pelemahan IHSG hari ini merupakan kombinasi beberapa sentimen, tidak hanya faktor geopolitik. Menurutnya, aksi ambil untung atau profit taking pada saham-saham big caps dan arus keluar dana asing di sektor perbankan juga turut menekan IHSG hari ini.
"Tekanan di IHSG juga datang dari faktor lain seperti aksi profit taking pada saham-saham big caps setelah reli sebelumnya, serta arus keluar dana asing yang cukup besar di sektor perbankan dan saham likuid. Ketika dana asing keluar dari saham berkapitalisasi besar, dampaknya ke indeks menjadi sangat signifikan," imbuhnya.
Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menegaskan meluasnya konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran investor terkait suplai minyak mentah. Kondisi ini bahkan berdampak pada bursa saham secara global.
"Dengan meluasnya konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz, maka meningkatkan kekhawatiran investor akan supply minyak mentah. Sehingga meningkatkan ketidakpastian secara global, nampak juga bursa global terkoreksi agresif," ungkap Herditya.
Sebagai informasi, IHSG hingga penutupan sesi I hari ini melemah 4,32% ke level 7.596,57. Indeks harga saham melemah sejak pembukaan perdagangan pada level 7.896,37.
Volume perdagangan IHSG tercatat 35,07 miliar dengan nilai transaksi Rp 18,10 triliun. Adapun frekuensi perdagangan sepanjang sesi I hari ini sebesar 2.123.098 kali.
Tonton juga video "Ingin Terlepas dari Tekanan, Sektor Keuangan Jadi Penopang Utama IHSG"
(acd/acd)










































