Dolar Rp 17.000-IHSG Anjlok, Purbaya: Gara-gara Ekonom Bilang Mau Resesi

Dolar Rp 17.000-IHSG Anjlok, Purbaya: Gara-gara Ekonom Bilang Mau Resesi

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 09 Mar 2026 15:32 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan kinerja APBN dalam konferensi pers APBNKita di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menyentuh Rp 17.000 dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok sampai 4%.

Purbaya mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah dan IHSG dikarenakan adanya sentimen negatif dari ekonom tentang kondisi ekonomi Indonesia.

"Rupiah Rp 17.000, IHSG anjlok karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah mulai resesi, seperti 1998 lagi, ya itu lah, daya beli sudah hancur," kata Purbaya saat ditemui di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya menegaskan bahwa ekonomi Indonesia jauh dari resesi. Sebaliknya, kondisi ekonomi disebut sedang dalam ekspansi dan daya beli terjaga.

ADVERTISEMENT

"Jangankan krisis, resesi saja belum, melambatnya saja belum. Kita masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan," ucap Purbaya.

Oleh karena itu, Purbaya meminta investor saham tidak perlu takut karena fondasi ekonomi Indonesia dijaga dengan baik. Ia mengklaim pemerintah sudah berpengalaman menghadapi berbagai krisis.

"Kita sudah tahu krisis 1998, apa penyebabnya. Kita terapkan di 2008-2009, ketika global jatuh, kita tumbuh bagus kan. 2020 kita jaga juga ekonominya dengan kebijakan yang pas. Jadi teman-teman nggak usah takut," imbuh Purbaya.




(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads