Pesan buat Investor Usai Pasar Modal Berguguran Imbas Perang Timur Tengah

Pesan buat Investor Usai Pasar Modal Berguguran Imbas Perang Timur Tengah

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 10 Mar 2026 22:31 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan
Ilustrasi.Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Perang antara Amerika Serikat (AS) & Israel lawan Iran yang mengguncang ekonomi dunia, termasuk sektor pasar modal.

Menurut Chief Investment Officer (CIO) Sinarmas Asset Management Genta Wira Anjalu dalam kondisi seperti sekarang investor perlu berhati-hati sekaligus memiliki strategi menyusun portofolio.

Salah satu strategi adalah diversifikasi investasi ke berbagai kelas aset. Hal ini guna menjaga stabilitas portofolio ketika pasar bergerak fluktuatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dari sisi kita investasi di tengah ketidakpastian yang dilakukan adalah diversifikasi, itu yang menjadi kunci. Salah satunya, kita bisa masuk ke dalam berbagai produk dengan aset kelas yang berbeda. Supaya ada fungsi diversifikasinya," kata Genta dalam acara Market Outlook Sinarmas Asset Management di Grand Hyatt Jakarta, Selasa (10/3/2026).

"Ketika perubahan persepsi resiko investor terjadi itu biasanya akan ada perubahan aset kelas. Tujuan investor makanya terjadi risk off," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Risk off adalah kondisi ketika investor mengurangi investasi di aset berisiko dan memindahkan dana ke aset yang lebih aman karena meningkatnya ketidakpastian pasar.

Genta mengatakan, sebagian investor pada akhirnya mengalihkan investasinya ke instrumen yang lebih aman.

"Itu terjadi flight to quality. Pindah ke aset-aset yang lebih dianggap aman seperti US dollar, seperti emas. Untuk itu makanya kalau dari sisi kita investasi di tengah ketidakpastian yang dilakukan adalah diversifikasi," terangnya.

Sebagai salah satu alternatif investor di tengah ketidakpastian ini, Genta mengatakan pihaknya baru saja meluncurkan Reksadana Global berbasis S&P 500 ESG Shariah Index.

Produk ini dirancang memang untuk memberikan akses kepada investor Indonesia terhadap perusahaan-perusahaan global yang memiliki fundamental kuat sekaligus memenuhi prinsip ESG dan syariah.

(rea/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads