Perusahaan Properti Ramai-ramai Masuk Bursa
Selasa, 09 Okt 2007 09:32 WIB
Jakarta - Perusahaan properti terus menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Sepuluh tahun setelah booming properti di tahun 1997 atau masa sebelum krisis, perusahaan properti Indonesia kini mulai menggeliat.Suku bunga bank yang stabil dan cenderung menurun, serta meningkatnya konsumsi gedung perkantoran, pusat perbelanjaan dan perumahan menjadi pemicu bergairahnya lagi sektor properti.Perusahaan properti tahun ini juga kompak mencari pendanaan untuk ekspansi usahanya melalui pasar saham.Otoritas Bursa Efek Jakarta (BEJ) mencatat sektor properti sebagai perusahaan terbanyak yang menjadi emiten baru di tahun 2007 selain perbankan. Dari 10 saham baru yang sudah melenggang ke lantai bursa hingga saat ini, sektor properti dan perbankan tercatat sebagai yang paling banyak melepas saham lewat IPO.Saham properti yang sudah tercatat di BEJ adalah PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP), PT Laguna Cipta Griya Tbk (LCGP).BEJ juga mendapat tambahan satu emiten properti pada Rabu besok (10/10/2007) yakni PT Perdana Gapuraprima Tbk.Masih ada lagi perusahaan properti milik kelompok Ciputra yakni PT Ciputra Property Tbk yang pada Senin kemarin (8/10/2007) melakukan paparan publik dan rencananya akan listing di BEJ pada 12 November.Ciputra pada Senin kemarin juga mengatakan akan kembali menjual saham ke publik untuk grup usahanya. Setelah PT Ciputra Property Tbk, pengusaha senior itu akan melepas saham PT Jaya Konstruksi sebelum akhir 2007.Sedangkan tahun 2008 ada dua perusahaan lagi yang akan di IPO-kan oleh Ciputra yaitu dua perusahaan dalam kelompok Metropolitan Group.Hingga kini sudah ada 6 perusahaan properti Kelompok Ciputra yang masuk lantai bursa termasuk PT Ciputra Property Tbk. Sehingga tahun depan, total perusahaan yang go public milik Ciputra menjadi 9 perusahaan. Sementara yang paling buntut mengumumkan rencana IPO pada Selasa ini (9/10/2007) adalah PT Cowell Development Tbk. Perusahaan properti ini akan melepas 33 persen saham IPO dan rencananya saham akan dicatatkan di BEJ pada 5 Desember 2007.
(ir/ir)











































