Dolar AS Sempat Sentuh Rp 17.000, Purbaya: Rupiah Harusnya Menguat!

Dolar AS Sempat Sentuh Rp 17.000, Purbaya: Rupiah Harusnya Menguat!

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 16 Mar 2026 20:30 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.Foto: Ilyas Fadilah
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menyentuh Rp 17.000. Bendahara Negara itu mengaku tidak mengerti mengapa pelemahan terjadi saat kondisi ekonomi domestik secara fundamental baik-baik saja.

Purbaya mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah harus ditanyakan ke Bank Indonesia (BI). Pasalnya sudah menjadi tanggung jawab BI sebagai bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Saya nggak tahu itu kenapa melemah. Anda harus tanyakan ke bank sentral kalau Rupiah. Anda tanya yang betul ke bank sentral apa yang terjadi," kata Purbaya usai menghadiri rapat koordinasi terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenapa Anda tanya ke saya? Karena tanggung jawab bank sentral hanya satu, menjaga stabilitas nilai tukar. Kalau saya ngomong kan nanti bahaya intervensi kebijakan bank sentral. Saya nggak ngerti itu, jadi harus tanya ke bank sentral," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Purbaya menekankan ekonomi Indonesia secara fundamental dalam kondisi baik. Dengan demikian, seharusnya nilai tukar rupiah menguat.

"Kalau ekonominya lagi lari, lagi lari kenceng, makin kenceng, harusnya fundamentalnya baik. Kalau normal, Rupiah harusnya menguat. Jadi Anda tanya ke bank sentral kenapa melemah," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, nilai tukar dolar AS masih menguat terhadap rupiah. Mata uang Paman Sam itu terus menguat hingga sempat tembus level Rp 17.000.

Berdasarkan data Bloomberg, siang ini rupiah sempat melemah ke posisi Rp 17.005 per dolar AS, melemah 47,50 poin (0,28%) dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads