Mulai April 2026, BI Batasi Pembelian Dolar AS Maksimal US$ 50.000/Bulan

Mulai April 2026, BI Batasi Pembelian Dolar AS Maksimal US$ 50.000/Bulan

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 17 Mar 2026 15:17 WIB
Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pagi ini bergerak di dua arah. Mata uang Paman Sam sempat naik 4 poin (0,02%) ke level Rp 16.160 dan tak lama kemudian turun ke Rp 16.119.
Ilustrasi Dolar AS/Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mengubah batas maksimum pembelian valas terhadap rupiah dari US$ 100 ribu per pelaku per bulan menjadi US$ 50 ribu per pelaku per bulan. Kebijakan ini berlaku mulai 1 April 2026 untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

"Memperkuat kebijakan transaksi pasar valas yang akan mulai berlaku April 2026 guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, melalui penyesuaian threshold tunai beli valas terhadap rupiah dari US$ 100 ribu per pelaku per bulan menjadi US$ 50 ribu per pelaku per bulan," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual, Selasa (17/3/2026).

Di sisi lain, batas jual Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) ditingkatkan dari US$ 5 juta per transaksi menjadi US$ 10 juta per transaksi. Batas beli dan jual Swap juga ditingkatkan dari US$ 5 juta menjadi US$ 10 juta per transaksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, BI akan memperkuat ketentuan pelaporan Lalu Lintas Devisa (LLD) melalui penyesuaian threshold kewajiban dokumen pendukung transfer dana keluar negeri (outgoing) dalam valas dari US$ 100 ribu menjadi US$ 50 ribu. Kebijakan ini juga berlaku mulai April 2026.

Berbagai langkah itu diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah. Tercatat nilai tukar rupiah pada 16 Maret 2026 sebesar Rp 16.985 per dolar AS, melemah 1,29% point to point dibandingkan akhir Februari 2026.

ADVERTISEMENT

"BI akan terus memperkuat berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang Timur Tengah," tutur Perry.

Tonton juga video "Rupiah Nyaris Sentuh Rp 17.000 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah!"

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads