Transaksi Saham Normal, Sempat Dihujani Profit Taking
Rabu, 17 Okt 2007 12:08 WIB
Jakarta - Transaksi saham di lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ) sudah normal pada hari pertama setelah libur panjang Idul Fitri. Namun pada awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat didera aksi profit taking yang cukup besar.Pada perdagangan Rabu (17/11/2007) sesi I, IHSG ditutup melemah 15,031 poin (0,57%) ke level 2.623,182. Indeks LQ 45 turun 2,261 poin (0,40%) ke level 568,997. Sebanyak 50 saham naik, 105 saham turun dan 38 saham stagnan.Perdagangan berjalan cukup ramai, dengan volume transaksi 2.012 juta lembar saham senilai Rp 3,2 triliun. Direktur Jasa dan perdagangan BEJ MS Sembiring mengatakan, kondisi perdagangan sesi I ini lumayan dan perdagangan cukup aktif. IHSG pada awalnya sempat turun tajam, namun akhirnya bisa membaik mendekati penutupan sesi I."Setelah drop cukup tinggi sekitar 30 poin tadi pagi, IHSG mulai membaik. Semua anggota bursa sudah beroperasi hari ini," jelas Sembiring saat dihubungi detikFinance. Analis dari Mega Capital, Felix Sindhunata mengatakan kondisi perdagangan sesi I sangat dipengaruhi oleh pergerakan bursa regional."Tapi indeks masih cukup kuat dan baik walaupun baru hari pertama, tapi nilai perdagangan sudah mencapai Rp 2,3 triliun. Aksi profit taking pagi ini telah rebound, terutama dari sektor pertambangan dan otomotif," tuturnya. Felix meyakini, kondisi IHSG kedepan masih cukup baik meski mengalami penurunan akibat pengaruh bursa regional.Pada perdagangan Selasa (16/10/2007), saham-saham di Wall Street mencatat penurunan yang cukup tajam akibat lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus level US$ 87 per barel.Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun hingga 71,89 poin (0,51%) ke level 13.912,94. Nasdaq juga melemah hingga 16,14 poin ke level 2.763,91. Pelemahan Wall Street tersebut langsung diikuti oleh hampir seluruh bursa regional.
(qom/qom)











































