Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 12 calon perusahaan dalam antrean penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Dari jumlah tersebut, 11 perusahaan masuk kategori aset berskala besar.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, merinci, terdapat satu calon perusahaan tercatat dengan aset skala menengah, antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sementara untuk 11 calon perusahaan tercatat lainnya, memiliki aset skala besar di atas Rp 250 miliar.
"1 perusahaan aset skala menengah, aset antara Rp 50 miliar sampai dengan Rp 250 miliar. 11 Perusahaan aset skala besar, aset di atas Rp 250 miliar," ungkap Nyoman dalam laporannya, dikutip Sabtu (28/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
12 calon perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor. Adapun rinciannya tiga perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals; satu perusahaan dari sektor energi; satu perusahaan dari sektor financials; dua perusahaan dari sektor healthcare; dua perusahaan dari sektor infrastructures; dua perusahaan dari sektor technology; satu perusahaan dari sektor transportation & logistic.
Selain itu, BEI juga mencatat 28 dari 20 penerbit obligasi dalam antrean Maret. Adapun saat ini, BEI telah menerbitkan 45 emisi dari 30 penerbit Perdagangan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS).
"Hingga saat ini, telah diterbitkan 45 emisi dari 30 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 50,87 triliun. Sampai dengan 27 March 2026 terdapat 28 emisi dari 20 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline," ungkap Nyoman.
Adapun rincian antrean obligasi berasal dari satu perusahaan dari sektor basic materials; satu perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals; dua perusahaan dari sektor energy; 10 perusahaan dari sektor financials; enam oerusahaan dari sektor infrastructures.
(ahi/hns)










































