Bank Mega Tebar Dividen Rp 2 Triliun

Bank Mega Tebar Dividen Rp 2 Triliun

Amanda Christabel - detikFinance
Selasa, 31 Mar 2026 20:05 WIB
Bank Mega paparan kinerja 2025
Foto: Dok. Bank Mega
Jakarta -

PT Bank Mega Tbk membagikan dividen untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 2 triliun atau setara Rp 171,95 per lembar sahamnya. Angka ini merupakan 60% dari total laba bersih Bank Mega tahun buku 2025 yang sebesar Rp 3,36 triliun.

Pada tahun sebelumnya, Bank Mega membagikan dividen senilai Rp 1,05 triliun, ini berarti angka dividen per 2025 naik 90% dibandingkan 2024 atau secara year on year (yoy).

Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib menjelaskan dari sisa pembagian dividen yang sebesar Rp 1,3 triliun akan dibukukan sebagai saldo laba. Saldo ini akan digunakan kembali sebgaai laba ditahan atau return earning yang juga akan menambah modal dari Bank Mega.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bank Mega akan membagikan dividen tunai sebesar 60% dari laba bersih di tahun 2025 sebesar Rp 3,36 triliun rupiah. Jadi, 60% dari Rp 3,36 triliun adalah sekitar Rp 2 triliun rupiah. Di akhir tahun 2025, CAR Bank Mega adalah 30%. Tentu pembagian 60% ini tidak akan terlalu mempengaruhi CAR Bank Mega ke depannya," ujar Kostaman dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (31/6/2026).

Selain itu, dalam RUPST juga menyetujui penyisihan dana dari laba sebesar Rp 35,1 juta sebagai dana cadangan guna memenuhi ketentuan pasal 70 UUPT. Selain itu juga diputuskan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor (agio saham) dengan total nilai sebesar Rp5,87 triliun.

ADVERTISEMENT

Perseroan akan membagikan sebanyak 11,74 miliar saham bonus. Pembagian saham bonus bakal secara proporsional dengan kepemilikan saham dari setiap pemegang saham perseroan dengan rasio 1:1.

"Total aset meningkat sekitar 4% dari Rp 135 triliun menjadi Rp 141 triliun rupiah. Kalau kita lihat posisi Bank Mega, dari sisi aset Bank Mega ada di posisi nomor 19. Tapi, kalau dari sisi profit after tax (PAT), Bank Mega berada di posisi nomor 10 dari seluruh bank yang ada di Indonesia. Total kredit meningkat juga sekitar 4% dari Rp 65 triliun menjadi Rp 67 triliun," tambahnya.

Selain itu, Bank Mega membukukan penyaluran kredit yang tetap fokus pada segmen korporasi. Hingga akhir 2025, total kredit yang disalurkan tumbuh sebesar 4% menjadi Rp 67,23 triliun. Sementara itu, rasio kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) yang membaik menjadi 1,65% per 2025 dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1,69%.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads