Sinyal Trump Hentikan Perang Berbuah Manis, IHSG-Bursa Asia Kompak Menguat

Sinyal Trump Hentikan Perang Berbuah Manis, IHSG-Bursa Asia Kompak Menguat

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 01 Apr 2026 10:51 WIB
U.S. President Donald Trump attends a cabinet meeting at the White House in Washington, D.C., U.S., March 26, 2026. REUTERS/Evelyn Hockstein
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump/Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sejak pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (1/4). Pergerakan IHSG hari ini sejalan dengan bursa saham Asia yang menguat seiring sinyal positif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghentikan perang dengan Iran.

Berdasarkan data perdagangan RTI Business pukul 09.52 WIB, IHSG menguat 1,68% ke level 7.164,79. Indeks saham RI bergerak di zona hijau sejak awal perdagangan bahkan sempat menguat lebih dari 2% ke level 7.207,16.

Sejumlah bursa saham Asia juga mencatat nasib serupa. Nikkei 225 Index (N225) misalnya, tercatat menguat 4,04% ke level 53.128,30. Kemudian Hang Seng Index (HSI) menguat 2,18% ke level 25.332,72.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pergerakan Bursa Asia

Sementara Shanghai Composite Index (SSEC) menguat 1,55% ke level 3.951,79. Selanjutnya Straits Times Index (STI) yang juga menguat 1,72% ke level 4.968,89 pada jam perdagangan Asia.

Dilansir CNBC, bursa saham Kospi Korea Selatan juga mencatat lebih dari 6,3%. Sementara indeks saham berkapitalisasi kecil dalam bursa Kosdaq naik 5,06%. Sementara indeks S&P/ASX 200 Australia juga tercatat naik 1,7% ditopang oleh kenaikan saham-saham sektor jasa pendidikan.

ADVERTISEMENT

Kontrak berjangka AS juga tercatat naik, dengan kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing 0,16% dan 0,24%. Kontrak berjangka Dow naik 44 poin, atau 0,09%.

Sementara ketiga indeks utama mencatatkan hari terbaik mereka sejak Mei, yakni Dow Jones Industrial Average naik 2,49%. Indeks S&P 500 naik 2,91%, dan Nasdaq Composite naik 3,83%.

Trump Beri Sinyal Hentikan Perang

Menguatnya pasar saham Asia terjadi setelah Trump memberi sinyal berakhirnya perang di Timur Tengah. Dalam pernyataannya, ia mengaku akan meninggalkan Iran dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu.

"Kita pergi karena tidak ada alasan bagi kita untuk melakukan ini," kata Trump dikutip dari CNBC, Rabu (1/4/2026).

Pernyataan Trump disebut menyusul kabar yang menyatakan Presiden Iran Masoud Pezeshkian terbuka untuk mengakhiri perang dengan jaminan.

Simak juga Video '3 Faktor Utama Penyebab IHSG Bergejolak':

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads