Emiten Ini Balik Rugi Jadi Untung, Labanya Naik 109% di 2025

Emiten Ini Balik Rugi Jadi Untung, Labanya Naik 109% di 2025

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rabu, 01 Apr 2026 15:01 WIB
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Foto: detik
Jakarta -

PT Phapros Tbk (PEHA) membukukan laba bersih Rp 27,44 miliar sepanjang Januari-Desember 2025. Kinerja ini berbalik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatatkan rugi Rp 290,63 miliar, atau naik 109%. Dibandingkan 2023, capaian laba tersebut juga lebih tinggi dari Rp 6,01 miliar.

Dari sisi penjualan, Phapros mencatatkan Rp 940,88 miliar pada 2025 atau naik 26,34% secara tahunan. Pertumbuhan terjadi di seluruh segmen, yakni obat bebas (OTC) naik 43,20%, obat generik berlogo (OGB) tumbuh 13,95%, dan segmen ethical naik 54,94%.

Di saat yang sama, perusahaan menekan beban pokok penjualan (COGS) 5,41% menjadi Rp 448,37 miliar dari Rp 474,03 miliar. Beban usaha juga turun 14,64% menjadi Rp 406,43 miliar dari Rp 476,12 miliar pada 2024.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Plt Direktur Utama Phapros Ida Rahmi Kurniasih mengatakan perbaikan kinerja ditopang sejumlah langkah internal, mulai dari penataan portofolio produk hingga efisiensi biaya.

"Spirit bangkit satukan tujuan membuahkan hasil positif. Pencapaian ini merupakan hasil dari lima strategi perbaikan kinerja yang secara konsisten dijalankan oleh perusahaan. Perbaikan fundamental bisnis telah mendorong pertumbuhan penjualan semua segmen sehingga berhasil mengembalikan profitabilitas perusahaan yang berkelanjutan. Kami optimistis kinerja keuangan tahun 2025 menjadi pijakan yang bagus untuk memperkuat kinerja keuangan dan profitabilitas yang berkelanjutan ke depannya. Phapros berkomitmen untuk terus mengembangkan bisnis dan portofolio produk serta melakukan strategi transformasi baik di aspek core business maupun supporting," ujarnya, Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan perbaikan kinerja juga didorong disiplin perencanaan penjualan dan operasi, peningkatan tim pemasaran, serta penataan kerja sama distributor.

Menurutnya, langkah tersebut mendorong peningkatan penjualan di seluruh segmen sekaligus memperbaiki fundamental bisnis dari rugi menjadi untung.

Efisiensi juga tercermin dari rasio COGS terhadap penjualan yang turun menjadi 47,65% dari 63,65% pada 2024. Perusahaan juga memangkas biaya pemasaran dan distribusi sebesar 27,8% secara tahunan.

Dari sisi neraca, liabilitas Phapros turun 7,45% menjadi Rp 959,70 miliar dari Rp 1.036,92 miliar. Sementara ekuitas naik 8,74% menjadi Rp427,47 miliar dari Rp 393,12 miliar.

Arus kas operasi tercatat positif Rp 123,75 miliar dengan saldo kas akhir tahun Rp 120,98 miliar, naik 31,49% dari Rp 92 miliar pada periode sebelumnya. Ida menyebut inovasi produk turut menopang penjualan, termasuk dari segmen obat program pemerintah.

"Kami terus mendorong inovasi, digitalisasi serta efisiensi di berbagai aspek internal, agar Phapros dapat terus tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang telah setia menjadi pelanggan kami. Dengan fundamental bisnis dan strategi yang semakin kuat, kami optimis kinerja perseroan akan terus membaik dan mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup Ida.

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads