Profit Taking Robohkan IHSG
Jumat, 19 Okt 2007 16:12 WIB
Jakarta - Lantai bursa diwarnai aksi jual besar-besaran saham unggulan yang merobohkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tingginya harga minyak dunia yang menyentuh level US$ 90 per barel membuat pasar saham global cemas.Kenaikan harga minyak yang mencegangkan ini akan membuat ongkos produksi industri dan manufaktur membengkak.Pada penutupan perdagangan akhir pekan Jumat (19/10/2007), IHSG ambruk 52,988 poin (2,02%) ke level 2.563,752.Indeks LQ-45 turun 12,914 poin (2,27%) ke posisi 555,074 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 8,868 poin (1,94%) ke level 448,626.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 51.911 kali, dengan volume 3,623 miliar saham, senilai Rp 4,502 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan sebanyak 41 saham naik, 163 saham turun dan 36 saham stagnan.Saham-saham yang anjlok harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 450 menjadi Rp 22.500, Telkom (TLKM) turun Rp 350 menjadi Rp 11.800, Indosat (ISAT) turun Rp 350 menjadi Rp 7.850, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 menjadi Rp 9.450, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 7.000 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 175 menjadi Rp 3.625.Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 50 menjadi Rp 3.250, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 25 menjadi Rp 4.675 dan Adhi Karya (ADHI) naik Rp 10 menjadi Rp 1.550.
(ir/qom)











































