Pasar Saham Remuk 100 Poin
Senin, 22 Okt 2007 09:57 WIB
Jakarta - Lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada 5 menit perdagangan pertama langsung babak belur akibat aksi jual besar-besaran investor yang panik terhadap tingginya harga minyak dan kondisi ekonomi global. Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan pukul 09.35 JATS, Senin (22/10/2007) turun hingga 108,08 poin meluncur di bawah level 2.500 yakni di posisi 2.455,67.Aksi jual melanda hampir seluruh saham-saham blue chip mulai dari sektor pertambangan dan energi, telekomunikasi hingga perbankan.Rontoknya IHSG ini seiring dengan amblesnya bursa di kawasan regional yang dipicu merahnya Wall Street. Pada perdagangan Jumat (19/10/2007) akhir pekan lalu, Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok hingga 366,94 poin (2,64%) ke level 13.552,02. Pelemahan terjadi akibat kekhawatiran terhadap proyeksi ekonomi AS dan antisipasi laporan keuangan emiten. Kejatuhan Dow Jones persis seperti 20 tahun lalu, ketika pada Oktober 1987, Dow Jones anjlok hingga 508 poin dan disebut sebagai peristiwa 'Black Monday'.Harga minyak yang tinggi juga membuat investor mulai berhitung risiko inflasi global. Sehingga melakukan investasi di negara yang memiliki imbal hasil tinggi seperti Indonesia pun dinilai belum tentu aman. Investor asing diduga mulai mengurangi portofolio sahamnya di Indonesia. Saham-saham yang terjun harganya di top losser pada sesi pagi ini adalah, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 650 menjadi Rp 8.800, Timah (TINS) turun Rp 550 menjadi Rp 15.850, Telkom (TLKM) turun Rp 350 menjadi Rp 11.450, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 200 menjadi Rp 13.350 dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 200 menjadi Rp 4.475. Sementara rupiah pada perdagangan valas pukul 09.55 WIB, anjlok 33 poin ke posisi 9.118 per dolar AS.
(ir/ddn)











































