Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengakuisisi empat manajer investasi (MI) milik bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Aksi ini dilakukan melalui PT Danantara Asset Management (DAM) dengan total nilai sekitar Rp 2,7 triliun untuk perjanjian jual beli bersyarat dengan sejumlah bank BUMN.
Dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), akuisisi Danantara dilakukan terhadap PT Mandiri Manajer Investasi (MMI) dari anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), yakni PT Mandiri Sekuritas (Mansek). Akuisisi ini dilakukan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1 triliun untuk 1.499 lembar atau sekitar 99,93% saham MMI pada 1 April 2026.
Selanjutnya, Danantara juga mengakuisisi PT BNI Asset Management (BNI AM) dari anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), yakni PT BNI Sekuritas, pada 1 April 2026. Danatara merogoh kocek sebesar Rp 359,64 miliar untuk 39.960.000 lembar saham atau sekitar 99,9%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Danantara turut mengakuisisi PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI) milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada 1 April 2026. Danantara setidaknya membeli 19.500.000 lembar atau sekitar 65% saham BRI MI senilai Rp 975 miliar.
Terakhir, Danantara mengakuisisi PT PNM Investment Management (PNM IM) dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) pada 1 April 2026. Transaksi dilakukan untuk 109.999 lembar atau sekitar 99,999% saham PNM IM dengan nilai Rp 345 miliar.
Sebelumnya, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan akuisisi ini dilakukan untuk merger MI yang berada di bawah BUMN. Selain itu, Danantara juga hendak memangkas lembaga dengan tugas yang sama.
"Itu kan bagian dari Danantara untuk merampingkan dan juga memperbesar institusi. Jadi salah satu caranya adalah melakukan merger beberapa perusahaan yang sebenarnya agak mirip-mirip," ungkap Pandu usai acara Outlook Indonesia Peran Penggerak Ekonomi Nasional di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Simak juga Video 'Alasan Danantara Rajin Borong Saham saat IHSG Anjlok':
(acd/acd)










































