Rupiah dan Saham Terkapar

Sesi Siang

Rupiah dan Saham Terkapar

- detikFinance
Senin, 22 Okt 2007 12:17 WIB
Jakarta - Pasar saham dan rupiah pada sesi siang ini mengalami tekanan yang cukup dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkapar 97 poin dan rupiah melemah 30 poin.Kabar investor asing mengurangi portofolionya, terkait gejolak ekonomi global dengan tingginya harga minyak membuat pelaku pasar panik.Alhasil pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (22/10/2007), IHSG jatuh hingga 97,845 poin (3,82%) ke posisi 2.465,907.Tingginya harga minyak dunia telah memunculkan kekhawatiran akan terjadinya inflasi global. Kondisi ini membuat investor berjaga-jaga dan memilih konsolidasi di pasar negara berkembang meski imbal hasil yang didapat lebih tinggi. Perdagangan sesi siang yang didominasi aksi jual mencatat nilai transaksi Rp 3,084 triliun dengan volume saham 2,407 miliar saham dan transaksi 31.201 kali. Hanya 12 saham yang masih bisa naik harga, selebihnya 178 saham anjlok dan 14 saham stagnan.Saham-saham yang terjun harganya di top losser antara lain, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 950 menjadi Rp 8.500, Timah (TINS) turun Rp 700 menjadi Rp 15.700, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 450 menjadi Rp 13.100, Telkom (TLKM) turun Rp 350 menjadi Rp 11.450, dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 300 menjadi Rp 4.375. Sementara rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB turun 30 poin ke posisi 9.115 per dolar AS. Deputi Gubernur BI Aslim Tadjuddin menilai pelemahan rupiah yang hari ini sempat menembus level Rp 9.118 per dolar AS merupakan hal yang wajar. Pelemahan rupiah murni karena mekanisme pasar."Memang ada profit taking sedikit dari investor, tapi itu tidak berpengaruh signfikan lah, itu masih dalam tahap wajar," ujar Aslim.Diakuinya, kenaikan harga minyak yang sempat menyentuh level US$ 90 per barel memang mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah di pasar valas tapi belum begitu signifikan dampaknya. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads