Jebol 110 Poin, IHSG Kebakaran

Jebol 110 Poin, IHSG Kebakaran

- detikFinance
Senin, 22 Okt 2007 16:12 WIB
Jakarta - Lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ) bagai kebakaran karena hampir semua saham merah terkena aksi jual besar-besaran.Nasib Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sama dengan bursa lainnya baik yang ada di AS, Eropa maupun Asia. Bursa global tengah merana karena investor internasional mengurangi investasi sahamnya.Pada penutupan perdagangan saham Senin (22/10/2007), IHSG terperosok hingga 110,541 poin (4,31%) ke level 2.453,211.Pengamat saham Hendra Bujang dari Corfina Capital, menilai penurunan indeks masih akan lebih dalam lagi.Kondisi ini terutama dipicu oleh faktor eksternal seperti kembali mencuatnya dampak subprime mortgage yang belum selesai, adanya carry trade dan tingginya harga minyak dunia."Itu otomatis membuat posisi fund-fund manager untuk menjual aset sahamnya yang akhirnya juga berdampak ke BEJ," kata Hendra ketika dihubungi detikFinance, Senin (22/10/2007). Hendra memasang level psikologis saat ini di kisaran 2.100-2.200. "Kalau itu tembus indeks masih akan turun lagi," katanya.Dari sisi internal menurut Hendra, memang belum ada berita negatif. Tapi belum ada juga yang bia menahan penurunan indeks. "Tapi kalau terus berlanjut penurunan indeks dampakya ke mata uang. Rupiah bisa melemah kalau investor keluar dari pasar modal dan membeli dolar," jelas Hendra.Indeks LQ-45 turun 27,297 poin (4,92%) ke posisi 527,777 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) turun 21,626 poin (4,82%) ke level 427,000.Perdagangan diseluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 55.021 kali, dengan volume 4,297 miliar unit saham, senilai Rp 5,562 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 22 saham naik, 199 saham turun dan 20 saham stagnan.Saham-saham yang anjlok harganya di top losser antara lain, Timah (TINS) turun Rp 1.050 menjadi Rp 15.350, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 900 menjadi Rp 8.550, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 500 menjadi Rp 13.050, Telkom (TLKM) turun Rp 500 menjadi Rp 11.300, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 400 menjadi Rp 4.275 dan Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 250 menjadi Rp 3.000.Sedangkan saham-saham yang masih bisa mencatat kenaikan harga di top gainer diantaranya, PP London Sumatra (LSIP) naik Rp 50 menjadi Rp 8.150, Bhakti Investama (BHIT) naik Rp 20 menjadi Rp 1.070 dan Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 10 menjadi Rp 790. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads