Bursa Saham Asia Ikut 'Rayakan' Black Monday
Senin, 22 Okt 2007 18:29 WIB
Jakarta - Wall Street akhir pekan lalu memperingati 20 tahun kejatuhan pasar New York yang paling dalam atau dikenal sebagai Black Monday. Dan pada Senin (22/10/2007) ini benar-benar menjadi Black Monday bagi pasar saham Asia.Pada perdagangan Jumat (19/10/2007) akhir pekan lalu, Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok hingga 366,94 poin (2,64%) ke level 13.552,02. Pelemahan terjadi akibat kekhawatiran terhadap proyeksi ekonomi AS dan antisipasi laporan keuangan emitan. Kejadian di New York 20 tahun silam juga memberi dampak psikologis pada kejatuhan pasar. Pada Oktober 1987 silam, Dow Jones anjlok hingga 508 poin dan disebut sebagai peristiwa 'Black Monday'.Dan pada hari ini, seluruh bursa-bursa Asia ikut berjatuhan. Bursa saham Hong Kong bahkan mencatat penurunan sehari yang paling tajam dalam tujuh terakhir. Hang Seng Indeks ditutup anjlok hingga 3,7%, yang merupakan penurunan tertajam sejak April 2000.Demikian pula bursa saham Tokyo, Seoul, termasuk BEJ mencatat kejatuhan yang dalam. Nikkei-225 anjlok hingga 2,24%, Straits Times anjlok 2,81%, Kuala Lumpur turun 1,41%, IHSG anjlok 4,31%.Tony Espina, chairman Hong Kong Stocbrokers Association mengatakan para investor berdagang tidak rasional lagi."Memang benar bahwa Jumat kemarin merupakan peringatan kejatuhan pasar 20 tahun silam. Namun benar-benar tak ada alasan bagi ketakutan investor bencana itu akan kembali berulang," ujar Espina seperti dikutip dari AFP.Hendra Bujang, analis dari Corfina Capital, menilai penurunan indeks masih akan lebih dalam lagi.Kondisi ini terutama dipicu oleh faktor eksternal seperti kembali mencuatnya dampak subprime mortgage yang belum selesai, adanya carry trade dan tingginya harga minyak dunia.
(qom/qom)











































