Market Overview
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,07% ke level 7.458,50 pada perdagangan Jumat (10/04).
Kenaikan indeks ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA yang naik 3,47%, TPIA melesat 16,83%, serta BBRI menguat 3,35%. Di sisi lain, pergerakan indeks tertahan oleh pelemahan DSSA sebesar 0,32%, ANTM 1,07%, dan AMRT 1,00%.
Aksi beli investor asing tercatat sebesar Rp239,92 miliar di pasar reguler dan Rp193,91 miliar di seluruh pasar. Seluruh sektor mencatat penguatan, dengan sektor industri menjadi yang paling tinggi naik hingga 4,29%.
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat bergerak beragam. Indeks Dow Jones turun 0,56% ke posisi 47.916, S&P 500 terkoreksi tipis 0,11% ke 6.816, sementara Nasdaq masih menguat 0,35% ke 22.902.
Tekanan di Wall Street dipicu data inflasi yang menunjukkan kenaikan harga energi masih membebani daya beli. Meski demikian, sentimen eksternal ini belum berdampak pada instrumen Indonesia di pasar global, tercermin dari kenaikan ETF EIDO sebesar 0,82% dan MSCI Indonesia yang menguat 2,57%. Perkembangan negosiasi AS dan Iran juga belum terlihat memengaruhi pergerakan harga.
Berita Emiten
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN)
BBTN melaporkan telah menyalurkan sekitar 6 juta unit kredit pemilikan rumah (KPR) dengan nilai total Rp530 triliun sejak 1976 hingga awal April 2026. Penyaluran KPR subsidi masih didominasi oleh masyarakat berpenghasilan rendah dengan rata-rata pendapatan sekitar Rp4,9 juta per bulan, yang mayoritas bekerja di sektor informal.
Hingga Maret 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp2,17 triliun kepada lebih dari 3.291 debitur, dengan rincian Rp1,47 triliun untuk sisi pasokan dan Rp700 miliar untuk sisi permintaan. Pergerakan saham BBTN dalam jangka pendek terpantau berada di kisaran Rp1.265 hingga Rp1.320.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)
BBRI menetapkan pembagian dividen dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar 91,19%, dengan total nilai Rp52,10 triliun atau setara Rp345,98 per saham dalam RUPS Tahunan.
Perseroan sebelumnya telah menyalurkan dividen interim Rp137 per saham, sehingga sisa dividen yang akan dibagikan diperkirakan sekitar Rp209 per saham. Rasio pembagian ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 85%, mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga kebijakan distribusi laba kepada pemegang saham.
Rekomendasi Saham Hari Ini
RATU - Buy 5525-5600 | TP 5800-6000 | SL 5200
JSMR - Buy 3150-3160 | TP 3200-3240 | SL 3000
LPKR - Buy 83-85 | TP 87-90 | SL 79
EMTK - Buy 860-875 | TP 890-920 | SL 810
PANI - Buy 8525-8625 | TP 8900-9200 | SL 8125
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
(ang/ang)