Gejolak IHSG Belum Berakhir

Gejolak IHSG Belum Berakhir

- detikFinance
Kamis, 25 Okt 2007 08:22 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin menukik tajam setelah mencatat penguatan signifikan. Gejolak di pasar global yang belum usai masih akan menyeret pergerakan IHSG pada hari ini.Wall Street pada perdagangan Rabu (24/10/2007) bergerak cukup bergejolak sebelum akhirnya ditutup melemah. Gejolak itu dipicu oleh belum usainya dalam krisis kredit perumahan dan adanya penghapusan utang secara massal oleh Merrill Lynch.Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 0,98 poin (0,01%) ke level 13.675,25. Nasdaq ditutup melemah 24,50 poin (0,88%) ke level 2.774,76.Sementara Bursa Saham Tokyo pada perdagangan Kamis (25/10/2007) dibuka menguat. Indeks Nikkei-225 naik 9,63 poin ke level 16.368,02.Pergerakan bursa-bursa global dan regional yang bergejolak itu akan membawa sentimen negatif pada pergerakan IHSG hari ini. Investor harus mewaspadai pergerakan IHSG yang cepat menukik tajam.Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:Bhakti Securities:Belum kokohnya rally indeks pada perdagangan hari sebelumnya mengakibatkan indeks pada perdagangan kemarin terkena aksi profit taking sebesar 1,13% menjadi 2,524 terimbas dari negatifnya bursa regional. Dengan perkiraan investor melakukan pola trading harian maka indeks pada perdagangan hari ini akan bergerak sideways dengan kisaran 2,486-2,561 mengikuti arah bursa regional. Optima Investama:Penurunan indeks cukup wajar karena investor mengantisipasi keluarnya data penting perumahan mulai hari ini yang kemungkinan membuat Dow melemah. Investor melakukan profit taking sejak siang sampai sesi akhir untuk mengurangi resiko dan membuyback kembali pada saat indeks koreksi. Indeks diperkirakan bergerak dikisaran 2.490-2.570 dengan saham pilihan: ANTM, BUMI, TINS, PGAS dan UNTR.Panin Sekuritas:Pernyataan Gubernur BI bahwa pergerakan pasar saat ini belum stabil serta melemahnya nilai tukar Rupiah mendorong IHSG bergerak melemah. Ketidakpastian serta gejolak pasar yang fluktuatif diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa waktu mendatang. Hal tersebut antara lain didorong oleh ancaman inflasi global akibat tingginya harga minyak dunia. Kami perkirakan IHSG hari ini masih akan bergerak fluktuatif dengan kisaran support-resistance 2.502-2.558. Secara teknikal, momentum indikator memang masih belum menunjukkan kemungkinan IHSG rally lebih lanjut. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads