Laporan Keuangan Bantu Penyembuhan IHSG
Kamis, 25 Okt 2007 16:11 WIB
Jakarta - Ditengah labilnya pasar keuangan global, keluarnya laporan keuangan emiten triwulan III-2007 membantu penyehatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).Investor optimistis terhadap laporan keuangan emiten hingga September 2007 yang diprediksi mengalami pertumbuhan yang baik. Pada penutupan perdagangan saham Kamis (25/10/2007), IHSG melesat 71,682 poin (2,84%) ke level 2.596,663.Saham-saham energi, telekomunikasi dan perbankan menjadi penggerak melompatnya IHSG ke teritori positif. Kondisi IHSG sendiri sejak awal pekan bergerak seperti roller coaster yang turun dan naik dengan tajam dalam selang satu hari. Gambarannya, IHSG pada Senin 22 Oktober 2007 jebol hingga 110,541 poin (4,31%). Namun sehari kemudian pada Selasa 23 Oktober 2007 IHSG berbalik cepat lompat 100,588 poin (4,1%). Tapi kemudian pada Rabu 24 Oktober 2007, IHSG kembali tersandung negatif 28,818 poin (1,13%).Indeks LQ-45 naik 18,347 poin (3,3%) ke posisi 563,465 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 12,898 poin (2,92%) ke level 453,886.Perdagangan diseluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 55.601 kali, dengan volume 5,626 miliar unit saham, senilai Rp 5,482 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 149 saham naik, 36 saham turun dan 61 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer diantaranya, Astra Internasional (ASII) naik Rp 2.300 menjadi Rp 24.500, Timah (TINS) naik Rp 1.150 menjadi Rp 18.500, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 900 menjadi Rp 14.650, Indosat (ISAT) naik Rp 300 menjadi Rp 8.350, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 250 menjadi 3.850 dan Telkom (TLKM) naik Rp 200 menjadi Rp 11.750. Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 1.150 menjadi Rp 72.350, Abdi Bangsa (ABBA) turun Rp 25 menjadi Rp 215 dan Perdana Gapuraprima (GPRA) turun Rp 10 menjadi Rp 370
(ir/ddn)











































