Triwulan III-2007
Inco Cetak Laba Spektakuler
Jumat, 26 Okt 2007 13:58 WIB
Jakarta - Perusahaan tambang nikel, PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) mengukir laba bersih yang menawan hingga triwulan III-2007.Laba bersih Inco sampai September 2007 melonjak 292,3% menjadi US$ 972,6 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya US$ 247,9 juta. Laba bersih per saham ikut terkerek menjadi US$ 0,98 per saham dibanding periode yang sama tahun sebelumnya US$ 0,25 per saham.Melonjaknya laba besih ini didukung oleh naiknya penjualan sampai triwulan III-2007 hingga 149,6% menjadi US$ 1,867 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya US$ 748,1 juta.Demikian penjelasan Presdir Inco dalam siaran pers, Jumat (26/10/2007).Arif menjelaskan, produksi perseroan pada triwulan III-2007 sebesar 42 juta pon nikel dalam matte dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 37,8 juta pon."Produksi selama triwulan III sangat baik, mengingat kami menghentikan tanur listrik no 1 dan tanur listrik no 2 untuk menyambungkan peralatan debu," kata Arif.Dengan selesainya uji operasi kedua peralatan pengendalian emisi debu ini pada triwulan IV-2007 seluruh tanur listrik akan dilengkapi dengan peralatan pengendalian emisi debu pada triwulan IV-2007. Seluruh tanur listrik akan dilengkapi dengan peralatan pengendali emisi menjadikan pengendalian emisi debu sesuai dengan standar internasional.Menurut Arif, debu yang keluar ke udara dari keempat tanur listrik akan berkurang sebesar 98% sebagai hasil dari investasi sebesar US$ 6 juta ini.Sementara produksi triwulan III tahun lalu dipengaruhi secara negatif oleh kebakaran yang terjadi pada transformer sehingga tanur listrik no 2 dihentikan selama 7 minggu.Pada akhir Agustus 2007 perseroan mendapat izin dari Menteri Kehutanan yang memberikan hak kepada perusahaan untuk menggunakan daerah hutan yang berbatasan langsung dengan wilayah konsesi kontrak karya.Dengan izin itu Dewan Komisaris juga telah menyetujui untuk memulai kembali pembangunan pembangkit listrik di Sungai Larona di Karebbe Sulawesi.Proyek itu akan meningkatkan produksi Inco menjadi 200 juta pon nikel dalam matte. Produksi nikel dalam matte sampai sembilan bulan pertama 2007 naik menjadi 58.121 ton (128,1 juta pon) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 50.400 ton (111,1 juta pon).Harga realisasi rata-rata nikel dalam matte perseroan pada triwulan III-2007 sebesar US$ 26.500 per ton (US$ 12,02 per pon) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya US$ 31.874 per ton (US$ 14,46 per pon).
(ir/qom)











































