PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 16,6% menjadi Rp 15,4 triliun sepanjang kuartal I tahun 2026. Dalam periode yang sama, Bank Mandiri juga membukukan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 21,1% menjadi sebesar Rp 1.675 triliun.
Hingga Maret 2026, Bank Mandiri mencatat total kredit sebesar Rp 1.530 triliun sepanjang kuartal I 2026. Adapun tingkat rasio kredit (non-performing loan/NPL) bank only tercatat pada level 0,98% hingga kuartal I 2026.
"Laba konsolidasi yang mencapai Rp 15,4 triliun atau tumbuh 16,6% secara tahunan atau year on year," ungkap Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, dalam konferensi persnya secara virtual, Selasa (21/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riduan mengatakan, Bank Mandiri juga mencatatkan return on equity (ROE) yang solid di level 22,1%. Sementara untuk tingkat permodalan, Bank Mandiri juga mencatat pada level yang solid di 19,7%.
Di sisi lain, Bank Mandiri juga ikut berperan dalam sejumlah program strategis pemerintah. Hal ini tercermin dalam capaian realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 11 triliun kepada 87 ribu pelaku UMKM sepanjang kuartal I 2026.
Selain itu, Bank Mandiri juga mencatat ada sebanyak 6.000 SPPG yang telah menggunakan virtual account perseroan. Sementara untuk program lainnya, seperti pembangunan 3 juta rumah, perseroan telah menyalurkan pembiayaan kepada 2.300 untuk rumah sepanjang tahun 2026.
"Kinerja Bank Mandiri bukan hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis semata tetapi merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang melibatkan berbagai unsur perekonomian nasional sejalan dengan komitmen kami untuk terus menjadi kontributor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya.
(acd/acd)











































