Jurus Andalan Bikin Rupiah Tahan Banting Lawan Dolar AS

Jurus Andalan Bikin Rupiah Tahan Banting Lawan Dolar AS

Retno Ayuningrum - detikFinance
Kamis, 23 Apr 2026 08:00 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus level psikologis Rp 17.000 pada perdagangan awal pekan. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya tekanan dari berbagai sentimen global yang mempengaruhi pergerakan mata uang negara ber
Ilustrasi.Foto: Rifkianto Nugroho/detikfoto
Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi relatif stabil dan cenderung menguat. Hal ini sejalan dengan langkah-langkah Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat. Langkah ini menyusul meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

"Bank Indonesia meningkatkan intensitas intervensi valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, baik melalui intervensi di pasar NDF luar negeri, offshore NDF (Non-Deliverable Forward) maupun transaksi spot dan domestic non-delivery forward (DNDF) di pasar dalam negeri," ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Rabu (22/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, Perry mengatakan, struktur suku bunga instrumen moneter ikut diperkuat untuk menarik aliran masuk investasi portofolio asing. BI juga memperkuat kebijakan transaksi valuta asing dengan penyesuaian threshold (ambang batas).

"Bank Indonesia memperkuat kebijakan transaksi valuta asing dengan tunai beli valas terhadap rupiah, peningkatan threshold jual di NDF atau forward, peningkatan threshold beli dan jual Swap yang berlaku mulai April 2026," terang Perry.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data per 21 April 2026, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp 17.140 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,87% (point to point) dibandingkan posisi akhir Maret 2026. Kendati melemah, nilai tukar rupiah diyakini ke depan relatif stabil dan cenderung menguat.

"Ke depan Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah akan stabil dan cenderung menguat didukung oleh komitmen Bank Indonesia, imbal hasil yang menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik," jelas Perry.

(rea/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads