Harga Kontroversial Bikin Jasa Marga Dijauhi Big Fund
Senin, 29 Okt 2007 11:28 WIB
Jakarta - Penetapan harga saham IPO, PT Jasa Marga Tbk ternyata cukup berliku-liku. Menneg BUMN Sofyan Djalil pun mengakui harga saham Jasa Marga kontroversial.Pemerintah telah menetapkan harga saham Jasa Marga Rp 1.700 per saham. Harga ini diambil dari penawaran terbanyak ketika ditawarkan dikisaran Rp 1.400-1.800 per saham. "Itu kontroversi dari awal tentang berapa harga Jasa Marga," kata Menneg BUMN Sofyan Djalil disela-sela pencatatan saham PT Wijaya Karya Tbk di gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Senin (29/10/2007).Sofyan menjelaskan, asal muasal penetapan harga saham Jasa Marga. Ketika itu penjamin emisi atau underwtier menilai harganya antara Rp 1.100-1.500 per saham."Lalu kita insist tidak bisa seperti itu, akhirnya kita pakai financial advisor dan mereka nilai tentang Jasa Marga," ujar Sofyan.Namun ternyata lanjut Sofyan, ketika melakukan road show manajer investasi besar atau big fund termasuk Jamsostek dan yang lainnya menganggap harga Rp 1.800 sangat tinggi. "Jamsostek tawar Rp 1.500, kemudian big fund yang lain juga tidak mau masuk mereka tawar Rp 1.600," kata Sofyan.Tetapi ritel cukup banyak permintaannya dan bahkan yang berani menawar Rp 1.800 juga banyak. Pemerintah lanjut Sofyan, kemudian mempertimbangkan tawaran dari investor ritel, untuk menjaga kestabilan di pasar sekunder. "Karena kalau pengalaman selama in, kalau ritel banyak di pasar sekunder bisa tumble itu pertimbangannya," tutur Sofyan."Dengan berbagai pertimbangan seperti membandingkan perusahaan-perusahaan sejenis di negera tetangga kecuali saham PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, karena itu yang paling tinggi jadi harganya segitu," katanya.Saham Jasa Marga yang akan dilepas maksimal 2,040 miliar lembar saham biasa seri B atau setara 30% dengan nominal Rp 500. Saham Jasa Marga akan dicatatkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada 12 November 2007.Mengenai keengganan investor besar atau big fund seperti Jamsostek membeli Jasa Marga, Sofyan menilai itu menjadi pekerjaan penjamin emisi."O, saya gak tahu tanya saja sama underwiter-nya," tukas Sofyan.
(ir/qom)











































