Bank SMBC Indonesia Bagikan Dividen Rp 101 Miliar

Bank SMBC Indonesia Bagikan Dividen Rp 101 Miliar

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Jumat, 24 Apr 2026 16:10 WIB
SMBC Indonesia
Foto: SMBC Indonesia
Jakarta -

PT Bank SMBC Indonesia Tbk memutuskan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham dari kinerja tahun buku 2025 sebesar Rp 101,11 miliar, setara Rp 9,49 per saham (gross). Besaran dividen tersebut sekitar 20% dari laba bersih setelah pajak yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 2025 sebesar Rp 505,56 miliar.

SMBC tidak menyisihkan dana cadangan wajib karena telah memenuhi ketentuan minimum sebesar 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007. . Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), seiring upaya perseroan menjaga keseimbangan antara imbal hasil bagi investor dan penguatan fondasi permodalan.

Sebanyak 80% sisa laba dialokasikan sebagai laba ditahan. Kebijakan ini mencerminkan fokus perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, sekaligus untuk menjaga tingkat kesehatan struktur permodalan untuk ekspansi ke depan.

"Pembagian dividen ini menjadi bagian dari komitmen SMBC Indonesia dalam memberikan nilai tambah secara berkelanjutan kepada pemegang saham, sekaligus mencerminkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil dan tingkat permodalan yang sehat untuk mendukung pertumbuhan ke depan," ujar Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar dalam keterangan tertulis, Jumat (24/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Per akhir 2025, total aset SMBC Indonesia tercatat tumbuh 2% secara tahunan menjadi Rp 245,9 triliun. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang tetap terjaga, sekaligus memberi ruang bagi bank untuk terus menyalurkan pembiayaan ketika permintaan mulai pulih. Adapun, sebagai entitas bank saja (Bank Only), SMBC Indonesia membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 1,5 triliun sepanjang 2025.

Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus. Emilya Tjahjadi diangkat sebagai Direktur, sementara Linus Ekabranko Windoe sebagai Komisaris Independen. Perubahan ini diarahkan untuk memperkuat fokus pada segmen wholesale banking dan commercial banking, yang menjadi tulang punggung layanan bagi korporasi nasional dan multinasional di Indonesia.

Sebagai bank universal, SMBC Indonesia mengandalkan model bisnis yang terdiversifikasi. Layanan digital Jenius yang menyasar generasi muda, pengelolaan kekayaan melalui Sinaya, pembiayaan berkelanjutan yang sejalan dengan ESG Global, hingga layanan untuk pensiunan dan UMKM menjadi penopang portofolio.

Diversifikasi tersebut turut diperkuat oleh anak usaha seperti Bank BTPN Syariah, PT Oto Multiartha, dan PT Summit Oto Finance. Sinergi antarentitas ini memungkinkan perseroan menjangkau kebutuhan pembiayaan yang lebih luas di berbagai segmen masyarakat.

Manajemen menegaskan akan terus meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman nasabah, seiring dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan kualitas aset. Di tengah industri yang bertumpu pada kepercayaan, keseimbangan antara pertumbuhan dan penguatan fondasi dinilai menjadi kunci keberlanjutan.

(ara/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads