Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang perdagangan Jumat (24/4/2026). Indeks saham melemah 3,38% ke level 7.129,49 seiring tingginya aksi jual asing atau net foreign sell terhadap saham-saham raksasa.
Berdasarkan data RTI Business, net foreign sell sebesar Rp 3,02 triliun di pasar reguler dengan net foreign buy atau aksi beli bersih pada pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp 1,02 triliun. Sehingga net foreign sell untuk semua pasar tembus Rp 2 triliun pada perdagangan Jumat.
PT Bank Central Asia (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan net foreign sell sebesar Rp 2,1 triliun. Saham BBCA sendiri melemah 5,84% ke harga Rp 6.050 per lembar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BRMI) juga mengalami net foreign sell sebesar Rp 655,1 miliar pada perdagangan Jumat. Saham bank plat merah ini tercatat melemah 2,81% ke harga Rp 4.500 per lembar.
Selain itu, asing juga tercatat melakukan jual bersih terhadap saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 447,3 miliar. Pergerakan saham BBRI juga tercatat melemah sebesar 2,85% ke harga Rp 3.070 per lembar.
Selain saham-saham perbankan, asing juga tercatat menjual kepemilikan sahamnya di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp 92 miliar. Saat ini, pergerakan saham cenderung melemah sebesar 2,43% ke harga Rp 2.810 per lembar.
Kemudian saham-saham milik konglomerat juga mencatat tren serupa hingga penutupan sesi I hari ini. Milik Prajogo Pangestu misalnya, PT Petrosea Tbk (PTRO) tercatat net foreign sell sebesar Rp 36,44 miliar. Saham perseroan juga turun 9,31% ke harga Rp 5.600 per lembar.
Selanjutnya terdapat saham milik Grup Bakrie seperti PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang mencatat net foreign sell sebesar Rp 8,60 miliar di sesi I perdagangan hari ini. Selain itu, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) juga mencatat jual bersih asing sebesar Rp 3,86 miliar.
(ahi/hns)










































