Dolar AS Makin Terpuruk
Selasa, 30 Okt 2007 08:44 WIB
Jakarta - Dolar AS masih saja terpuruk posisinya atas sejumlah mata uang, menyusul antisipasi akan diturunkannya suku bunga oleh Bank Sentral AS (The Fed). Keputusan itu akan diambil dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dua hari pada 30-31 Oktober. Mayoritas ekonom berharap The Fed akan menurunkan suku bunganya yang kini di level 4,75% untuk membantu memecahkan masalah krisis kredit di AS.Pada perdagangan Senin (29/10/2007) di New York, euro kembali menguat ke level 1,4422 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4391 dolar. Euro bahkan sempat mencapai level tertingginya sejak tahun 1999 pada 1,4438 dolar. "Para pialang secara cepat mengambil langkah antisipasi dan bertaruh The Fed akan memotong suku bunga pada saat Halloween," ujar Terri Belkas, analis valas dari Forex Capital Markets seperti dikutip dari AFP.Gejolak dolar AS itu tidak turut menyeret rupiah. Mata uang ini masih bergerak stabil ditengah penjagaan ketat dari Bank Indonesia.Pada perdagangan Selasa (30/10/2007), rupiah dibuka melemah tipis pada level 9.105/9.115 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di levle 9.095 per dolar AS.
(qom/qom)











































