Pendalaman Pasar Modal Nggak Optimal, Purbaya: Mungkin Gali Pakai Cangkul yang Salah

Pendalaman Pasar Modal Nggak Optimal, Purbaya: Mungkin Gali Pakai Cangkul yang Salah

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 27 Apr 2026 12:53 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan kinerja APBN dalam konferensi pers APBNKita di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan upaya memperdalam pasar modal tidak kunjung tercapai di Indonesia. Upaya pendalaman pasar nampak belum optimal.

Padahal, Purbaya mengaku telah mendengar upaya memperdalam pasar modal sejak tahun 2000-an. Namun hingga saat ini, pendalaman pasar modal tak kunjung tercapai.

"Saya sudah dengar istilah pendalaman pasar modal sejak tahun 2000, sampai sekarang nggak dalam-dalam. Mungkin kita pakai cangkul yang salah, digali nggak dalam-dalam tuh," ungkap Purbaya dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (Pintar) Reksa Dana di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendalaman pasar modal sendiri adalah upaya untuk memperluas dan memperkuat struktur pasar modal. Hal ini bisa dilakukan dengan cara meningkatkan jumlah investor, meningkatkan instrumen investasi, dan membuat pasar lebih likuid.

Tujuan pendalaman pasar modal adalah untuk meningkatkan likuiditas, transaparansi perdagangan saham, dan diversifikasi instrumen untuk menarik investor dari dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi. Pada ujungnya, bisa berkontribusi pada ketahanan ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Purbaya juga menegaskan pemerintah sendiri berupaya memperkuat pondasi ekonomi untuk mendorong pertumbuhan pasar modal. Dia menyebut pemerintah tengah mendesain pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

"Tapi yang jelas, dari pemerintah kita siapkanpondasi ekonomi yang baik. Membaik terus dari waktu ke waktu," imbuh Purbaya.

Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini terkoreksi 16,89%. IHSG diketahui turun dari level tertingginya pada awal tahun 2026 di level 9.134,700, kemudian turun drastis pada posisi 7.184,44 saat ini.

Purbaya sendiri sebelumnya pernah mengaku optimis IHSG masih bisa mencetak rekor barunya di level 10.000 di tahun ini. Menurutnya, hal tersebut dapat terjadi mengingat ekonomi Indonesia memiliki fundamental yang baik.

"Bisa lah, ini kan masih gonjang-ganjing. Kalau ekonominya fundamentalnya bagus, nanti naik cepat," ujar Purbaya di Gedung BPKP Kemenkeu, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).

Purbaya mengatakan saat ini fokus pemerintah adalah menjaga perekonomian Indonesia dalam kondisi yang baik. Dengan begitu, otomatis IHSG juga bakal naik.

(hal/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads