PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan pertumbuhan laba bersih 13,7% menjadi Rp 15,5 triliun sepanjang kuartal I-2026. Capaian ini ditopang oleh pertumbuhan pada fungsi intermediasi dan pendapatan.
Dari sisi kredit, BRI membukukan penyaluran pembiayaan total sebesar Rp 1.562 triliun sepanjang kuartal I-2026. BRI mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 47,09 triliun, sementara Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp 17,13 triliun kepada 125 ribu nasabah pinjaman.
"BRI berhasil mencatatkan laba bersih pada triwulan I-2026 sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% secara year-on-year," ungkap Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam konferensi pers virtual, Kamis (30/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga Maret 2026, BRI membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 1.555 triliun, tumbuh 9,4%. Kemudian untuk loan to deposit ratio (LDR) perseroan meningkat menjadi 87,66% per kuartal I-2026 dengan dana murah (CASA) pada level 68,1%.
"Pencapaian DPK tersebut ditopang oleh dana murah atau CASA, current account dan saving account yang tumbuh signifikan dari Rp 934,9 triliun di triwulan I-2025 menjadi Rp 1.058,6 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 13,2% secara year-on-year," jelasnya.
BRI juga mencatat penyaluran kredit pada segmen UMKM sebesar Rp 1.211 triliun sepanjang kuartal I 2026. Pada periode tersebut, perseroan juga membukukan pertumbuhan pada pendapatan bunga yang solid.
Sementara dari sisi net interest income (NII) BRI juga mencatat kinerja baik, yakni tumbuh 11,9% menjadi Rp 40,155 triliun. Kemudian total aset BRI tercatat tumbuh 7,2% menjadi Rp 2.250 triliun hingga kuartal I-2026.
(ahi/ara)










































