Antam Gandeng Perusahaan Cina Kembangkan Nikel di Maluku
Rabu, 31 Okt 2007 11:12 WIB
Jakarta - Perusahaan pertambangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menggandeng perusahaan tambang asal Cina Tsingshan Holding Group Co Ltd untuk melakukan kajian awal (feasibility study/I>) pengembangan tambang nikel di Obi, Maluku Utara.Penandatanganan perjanjian kesepakatan antara kedua pihak dilakukan hari ini, Rabu (31/10/2007)."Kapasitas dan investasinya ditentukan nanti setelah feasibility study/I>-nya selesai," kata Dirut Antam Deddy Aditya Sumanegara di sela-sela acara Mining Indonesia 2007 Conference di PRJ, Kemayoran, Jakarta, Rabu (31/10/2007).Dedi menjelaskan kajian awal yang dilakukan meliputi kajian pembangunan pembangkit listrik, pabrik pengolahan feronikel dan pabrik stainless steel.Setelah penandatangan perjanjian, Antam dan Tsingshan Holding Group akan membentuk konsorsium untuk melakukan kajian awal, mengajukan ijin penambangan dan menyiapkan kesepakatan yang lebih jauh. Kajian awal dan persiapan lainnya untuk pengembangan nikel di Obi tersebut diperkirakan memakan biaya US$ 2 juta. Diharapkan kajian tersebut bisa diselesaikan Agustus 2008.
(lih/ard)











































