IHSG Berkibar di 2.700
Kamis, 01 Nov 2007 16:14 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin berkibar dengan pencapaian yang menakjubkan di level 2.700-an. Level keramat itu bisa dengan mudah digapai.Banyaknya sentimen positif di lantai bursa menjadikan pasar saham bergerak atraktif.Mulai dari penurunan bunga The Fed 0,25% menjadi 4,5%, inflasi Indonesia yang bulan Oktober relatif terkendali sebesar 0,79%, atau turun tipis dibandingkan inflasi Agustus sebesar 0,8%. Belum lagi keluarnya laporan keuangan emiten unggulan seperti Astra dan Antam yang menawan. Banjir sentimen positif itu membuat pelaku pasar jadi semangat berburu saham. Pada penutupan perdagangan saham Kamis (1/11/2007) IHSG meroket 61,170 poin (2,31%) ke rekor baru 2.704,657."Kenaikan IHSG hari ini didorong oleh kinerja triwulan III emiten terutama naiknya harga saham Astra dan Antam," kata analis dari Optima Investama, Ikhsan Binarto ketika dihubungi detikFinance, Kamis (1/11/2007).Sentimen The Fed juga membuka peluang BI untuk kembali menurunkan suku bunga.Dengan tembusnya IHSG di 2.700, menurut Ikhsan kini muncul prediksi baru atas batas terendah (support) dan teratas (resitence) IHSG. Support baru ada di 2.600 dan resistence 2.750.Indeks LQ-45 naik 17,618 poin (3,06%) ke level 593.126 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 14,389 poin (3,11%) ke level 477,444.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 81.993 kali, dengan volume 5,343 miliar unit saham, senilai Rp 8,700 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 93 saham naik, 91 saham turun dan 78 saham stagnan.Saham-saham yang melonjak harganya di top gainer antra lain, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 11.900 menjadi Rp 102.100, Timah (TINS) naik Rp 1.500 menjadi Rp 21.000, Astra Internasional (ASII) naik Rp 950 menjadi Rp 26.550, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 500 menjadi Rp 8.250, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 450 menjadi Rp 9.500, Telkom (TLKM) naik Rp 400 menjadi Rp 11.150 dan Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 275 menjadi Rp 3.625. Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 4.750, Energi Mega Persada (ENRG) turun Rp 20 menjadi Rp 610 dan Darma Henwa (DEWA) turun Rp 20 menjadi Rp 650.
(ir/ard)











































