28 Calon Bos Bursa Lagi Dikaji OJK

28 Calon Bos Bursa Lagi Dikaji OJK

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2026 17:59 WIB
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). BEI menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JA
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerima empat paket calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI). Pendaftaran paket calon direksi diketahui telah ditutup pada Senin (4/5/2026) kemarin.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan masing-masing paket berisi tujuh orang calon direksi. Sehingga total calon direksi dari empat paket yang telah mendaftar ke OJK sebanyak 28 orang.

"Ada 28 nama calon direksi bursa efek Indonesia yang masuk mendaftar di OJK," ungkap Hasan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK secara virtual, Selasa (5/5//2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasan mengatakan, OJK masih melakukan proses pemeriksaan kelengkapan administrasi dan latar belakang dari masing-masing calon direksi BEI. Secara umum, ia mengatakan para kandidat memiliki profil yang berpengalaman di industri pasar modal.

"Dapat kami sampaikan dari sisi profil kandidat atau calon yang masuk adalah mencerminkan kombinasi antara pelaku yang memiliki pengalaman kuat di industri pasar modal, tentunya serta terdapat juga calon yang berasal dari profesional di sektor lain yang relevan, termasuk dari sektor keuangan dan juga teknologi informasi," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Kemudian berdasarkan POJK Nomor 58 Tahun 2016, Hasan mengatakan pencalonan berbentuk paket yang diajukan oleh kelompok pemegang saham BEI atau Anggota Bursa (AB). Ia menegaskan, setiap calon wajib memenuhi persyaratan mencakup integritas, kompetensi, reputasi keuangan yang baik.

Tahap selanjutnya para calon harus lolos proses penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) oleh komite yang dibentuk OJK. Uji kelayakan ini dilakukan untuk memastikan kandidat memiliki kapasitas yang memadai.

"Keseluruhan rangkaian proses seleksi para kandidat calon direksi Bursa Efek Indonesia ini diharapkan nantinya menghasilkan nama-nama yang terpilih menduduki posisi tujuh jabatan direksi Bursa Efek Indonesia, dan menjadi pemimpin Bursa Efek yang tentu tidak hanya memenuhi ketentuan regulasi semata tetapi juga memiliki masing-masing visi yang strategis dan kemampuan eksekusi yang kuat dalam membawa pasar modal kita menjadi lebih dalam lebih liquid," pungkasnya.

(ahi/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads