Dipaparkan ke Prabowo, Ini 7 Jurus Gubernur BI Bikin Rupiah Berotot Lagi!

Dipaparkan ke Prabowo, Ini 7 Jurus Gubernur BI Bikin Rupiah Berotot Lagi!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2026 21:25 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo
Foto: Gubernur BI Perry Warjiyo (Sylke Febrina Laucereno/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan 7 jurus menguatkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Tujuh jurus ini disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. D

Perry mengatakan saat ini nilai tukar Rupiah sudah undervalue dan akan dikuatkan kembali. Gayung bersambut, Perry mengatakan upaya penguatan nilai tukar Rupiah ini direstui Prabowo.

"Kami melapor kepada Bapak Presiden dan Bapak Presiden merestui dan kemudian memberikan suatu penguatan-penguatan tujuh langkah penting yang ditempuh Bank Indonesia untuk membuat rupiah kuat, membuat rupiah itu stabil ke depan," beber Perry di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama, Bank Indonesia akan terus melakukan intervensi secara tunai baik lewat Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan Non-Deliverable Forward (NDF).

"Di pasar luar negeri di Hong Kong, di Singapura, di London, di New York, kami terus akan melakukan intervensi untuk menstabilkan rupiah baik di dalam negeri maupun dari luar negeri. Cadangan devisa kami lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah itu," tegas Perry.

ADVERTISEMENT

Kedua, Perry menyebutkan pihaknya akan mengupayakan aliran modal masuk ke dalam negeri lewat instumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Kami bersepakat untuk sementara ini SRBI dibuat perlu inflow sehingga inflow-nya SRBI bisa mencukupi outflow-nya SBN dan saham, itu koordinasi kami dengan Pak Menteri Keuangan sehingga betul-betul menjaga inflow-nya dari portofolio asing itu masih year to date-nya masih terjadi inflow dan itu memperkuat nilai tukar rupiah," beber Perry.

Ketiga, BI akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk membeli SBN dari pasar sekunder. Sejak awal tahun pembelian SBN sudah dilakukan. Pihaknya sudah membeli SBN dari pasar sekunder sejak awal tahun hingga sekarang sebesar Rp123,1 triliun.

Keempat, BI juga akan menjaga likuiditas di perbankan dan pasar uang lebih dari cukup. Sejauh ini pertumbuhan uang primer diklaim Perry selalu double digit, pertumbuhan uang primer terakhir mencapai 14,1%.

Kelima, adalah merilis kebijakan pembatasan pembelian dolar di pasar domestik tanpa underlying assets. Awalnya pembelian bisa dilakukan maksimal US$ 100 ribu per bulan, sudah diturunkan menjadi US$ 50 ribu per bulan. Dalam waktu dekat besarannya akan diturunkan kembali jadi US$ 25 ribu per bulan.

Keenam, adalah penguatan intervensi di pasar Offshore Non-Deliverable Forward (NDF). Pihaknya ingin mengendalikan perkembangan nilai tukar pada sektor offshore di luar negeri.

"Selain intervensi yang terus kami lakukan, kami juga membolehkan bank-bank domestik untuk ikut jualan Offshore NDF di luar negeri sehingga pasokannya lebih lebih banyak sehingga itu akan memperkuat stabilisasi dari nilai tukar Rupiah," ujar Perry.

Ketujuh, peningkatan pengawasan kepada bank-bank dan korporasi yang memiliki aktivitas pembelian Dolar AS yang tinggi.

"Kami kirim pengawas ke sana, koordinasi dengan Bu Frederica Widyasari dari Ketua OJK untuk memastikan bagaimana stabilitas sistem keuangan terjaga," pungkas Perry.

(hal/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads