Pembelian Dolar AS Mau Dibatasi Jadi US$ 25.000

Pembelian Dolar AS Mau Dibatasi Jadi US$ 25.000

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2026 22:23 WIB
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per d
Ilustrasi.Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) akan membatasi kembali pembelian Dolar Amerika Serikat di pasar domestik. Sebelumnya, pembatasan pembelian sudah diturunkan dari awalnya mencapai US$ 100 ribu menjadi hanya US$ 50 ribu per orang per bulan.

Hal ini merupakan salah satu jurus penguatan Rupiah yang disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Total ada 6 jurus yang disampaikan Perry, dan direstui Prabowo.

"Kami sudah keluarkan adalah pembatasan pembelian Dolar di pasar domestik tanpa underlying assets. Yang dulunya US$ 100 ribu per orang per bulan, kita turunkan US$ 50 ribu per orang per bulan. Itu yang kami langsung koordinasi dengan KSSK untuk penguatan-penguatan," beber Perry usai rapat dengan Prabowo dan anggota KSSK, Selasa (5/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, menurut Perry, pembatasan pembelian Dolar AS bakal makin ketat. Perry merencakan pembatasan pembelian akan kembali diturunkan menjadi US$ 25 ribu per orang per bulan.

"Kami persiapkan, kami akan turunkan lagi menjadi US$ 25 ribu, sehingga pembelian Dolar sampai dengan atau di atas US$ 25 ribu itu harus pakai underlying," papar Perry.

ADVERTISEMENT

Perry menambahkan, BI bersama OJK akan meningkatkan pengawasan kepada bank-bank dan korporasi yang memiliki aktivitas pembelian Dolar AS tinggi.

"Kami kirim pengawas ke sana, koordinasi dengan Bu Frederica Widyasari dari Ketua OJK untuk memastikan bagaimana stabilitas sistem keuangan terjaga," pungkas Perry.

(hal/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads