OCBC Borong Aset IWPB HSBC Indonesia, AUM Bertambah Rp 89,8 Triliun

OCBC Borong Aset IWPB HSBC Indonesia, AUM Bertambah Rp 89,8 Triliun

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2026 22:37 WIB
OCBC NISP
Foto: Logo OCBC NISP
Jakarta -

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mengakuisisi aset dan liabilitas bisnis ritel wealth management atau International Wealth and Premier Banking (IWPB Indonesia) milik PT Bank HSBC Indonesia. Akuisisi ini dilakukan melalui penandatanganan perjanjian HSBC Indonesia pada Senin (4/5/2026) kemarin.

Akuisisi ini mencakup portofolio deposito nasabah, produk investasi seperti obligasi, reksa dana, asuransi, kartu kredit, dan pinjaman ritel. Aksi korporasi yang ditargetkan rampung kuartal II 2027 ini diharapkan dapat memperdalam bisnis wealth management OCBC Indonesia.

Adapun total aset kelolaan (assets under management/AUM) yang dialihkan melalui aksi korporasi ini mencapai Rp 89,8 triliun. AUM ini terdiri dari investasi nasabah pada obligasi, reksa dana, dan asuransi sebesar Rp 58,2 triliun. Kemudian terdapat juga simpanan nasabah sebesar Rp 31,6 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

HSBC Indonesia juga akan mengalihkan portofolio kredit ritel kecil nasabah ke OCBC Indonesia senilai Rp 3,6 triliun. Adapun total nilai transaksi dari aksi korporasi tersebut ditetapkan berdasarkan nilai aset bersih IWPB Indonesia ditambah premi sekitar Rp 6,5 triliun yang tunduk pada mekanisme penyesuaian dalam perjanjian.

Saat ini, IWPB Indonesia sendiri menjadi salah satu platform perbankan ritel dan manajemen kekayaan milik asing terbesar di Indonesia. IWPB Indonesia juga diakui sebagai wealth management yang melayani 336.000 individu di 26 cabang.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya setelah transaksi selesai, AUM yang dimiliki OCBC Indonesia diperkirakan naik 25% dan saldo kartu kredit naik lebih dari 150%. Selain itu, transaksi ini akan meningkatkan jumlah karyawan OCBC Indonesia sekitar 1.300 orang.

"Akuisisi di Indonesia ini sangat sesuai dengan strategi Next Frontier kami di bawah Franchise Shift untuk membangun jaringan waralaba kami di Indonesia. Ini mengikuti keberhasilan akuisisi dan integrasi PT Bank Commonwealth Indonesia pada tahun 2024, dalam memperluas penetrasi pasar kami di ekonomi terbesar Asia Tenggara. Indonesia adalah komitmen jangka panjang, dan pasar pertumbuhan utama," ungkap CEO Grup OCBC, Tan Teck Long, dalam keterangan tertulis dikutip dari laman resmi OCBC, Selasa (5/5/2026).

Basis simpanan yang kuat sebesar US$ 2,3 miliar, dengan porsi CASA yang besar, menjadi daya tarik dalam menyediakan sumber pendanaan yang stabil dan berbiaya rendah bagi bisnis kami di Indonesia, sekaligus membuka peluang signifikan di segmen pengelolaan kekayaan.

Perseroan juga optimistis terhadap skala dan sinergi yang dihadirkan portofolio berkualitas tinggi ini bagi Grup, seiring kolaborasi OCBC, Bank of Singapore, dan Great Eastern dalam menghadirkan proposisi whole-of-wealth.

"Kami menantikan kesempatan untuk melayani pelanggan ritel dan nasabah dengan aset tak tergantikan HSBC Indonesia serta menyambut rekan-rekan baru kami ke dalam keluarga OCBC," pungkasnya.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads