Ogah 'Kecanduan' Dolar AS, RI Bakal Terbitkan Panda Bond di China

Ogah 'Kecanduan' Dolar AS, RI Bakal Terbitkan Panda Bond di China

Herdi Alif Al Hikam, Retno Ayuningrum - detikFinance
Rabu, 06 Mei 2026 10:42 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kanan) didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Robert Leonard Marbun (kiri), Deputi Bidang Perekonomian Kementerian Sekretariat Negara Satya Bhakti Parikesit (kedua kiri) dan Staf Ahli Bidang P
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut mengambil langkah untuk memperkuat nilai tukar rupiah dari tekanan dolar Amerika Serikat (AS). Purbaya akan menerbitkan surat utang baru dalam mata uang yuan di pasar China bernama Panda Bond.

"Untuk memperkuat nilai tukar, kami juga akan menerbitkan bond dalam bentuk Panda Bond di China," ujar Purbaya dalam konfederasi pers Istana Kepresidenan, Selasa (5/5/2026) malam.

Purbaya menjelaskan langkah ini diambil untuk melakukan diversifikasi sumber pembiayaan negara dan tidak bergantung pada dolar lagi. Selain itu, bunga yang ditawarkan di pasar China lebih rendah sehingga dinilai lebih menguntungkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan. Jadi prospek kita bagus," tambah Purbaya.

ADVERTISEMENT

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat tembus level Rp 17.400 pada perdagangan Selasa (5/5) kemarin. Bank Indonesia (BI) pun telah menyiapkan sejumlah langkah agar menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pihaknya akan terus melakukan intervensi secara tunai baik lewat Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan Non-Deliverable Forward (NDF). Lalu, mengupayakan aliran modal masuk ke dalam negeri lewat instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Kami bersepakat untuk sementara ini SRBI dibuat perlu inflow sehingga inflow-nya SRBI bisa mencukupi outflow-nya SBN dan saham, itu koordinasi kami dengan Pak Menteri Keuangan sehingga betul-betul menjaga inflow-nya dari portofolio asing itu masih year to date-nya masih terjadi inflow dan itu memperkuat nilai tukar rupiah," kata Perry.

Lihat juga Video: Dolar AS Tembus Rp 17.400, Gubernur BI-Purbaya Dipanggil ke Istana

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads