Antam Kesulitan Jadi Perusahaan Kelas Dunia

Antam Kesulitan Jadi Perusahaan Kelas Dunia

- detikFinance
Jumat, 02 Nov 2007 14:58 WIB
Jakarta - Perusahaan pelat merah, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengaku sulit berkembang menjadi perusahaan kelas dunia seperti Companhia Vale do Rio Doce (CVRD) dengan kondisi seperti sekarang.Dirut Antam D Aditya Sumanegara menjelaskannya dalam diskusi pertambangan yang digelar di Graha Niaga, Jakarta, Jumat (2/11/2007).Dia menjelaskan, masih banyak beban yang menyelimuti Antam hingga sukar berkembang. Dia pun menbandingkannya dengan kondisi VCRD yang merupakan perusahaan tambang terbesar kedua di dunia asal Brasil.Diantaranya pertama adalah masalah kepemilikan saham pemerintah, dengan catatan CVRD dan Antam adalah perusahaan BUMN. Tetapi saham pemerintah di CVRD hanya 7%. Sementara saham pemerintah di Antam masih 65%."Tapi saya enggak tahu nih apa karena 65% ini yang memberatkan," katanya.Lalu kedua, CVRD merupakan perusahaan multikomoditi dan multibisnis. CVRD bergerak untuk mengembangkan bisnis besi, nikel, aluminium sampai pembangkit listrik tenaga air dan logistik. Sementara Antam hanya punya bisnis pengembangan beberapa komoditi saja.Antam juga mengeluhkan karena dia harus membayar royalti 3 kali lebih banyak dibandingkan INCO. "Ini karena INCO pakai nail down sementara kami harus mengikuti perubahan regulasi," katanya. Tak hanya itu Antam pun mengeluhkan karena harus membayar pajak impor lebih banyak daripada investor asing."Kalau mau berkembang ini harus diberikan perlakuan yang sama dong," cetus Deddy.Pertumbuhan bisnis Antam sejauh ini diakui memang signifikan. Profit Antam dari laba di tahun 2002 yang sebesar Rp 177 miliar tumbuh menjadi Rp 1,553 triliun di tahun 2006."Antam memang tumbuh signifikan tapi masih terlalu kecil untuk skala global apalagi dibandingkan dengan CVRD," katanya. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads