IHSG Melemah ke 7.147 Jelang Akhir Pekan

IHSG Melemah ke 7.147 Jelang Akhir Pekan

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 08 Mei 2026 09:26 WIB
IHSG Melemah ke 7.147 Jelang Akhir Pekan
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka di zona merah. IHSG bergerak turun dan berada di level 7.100-an jelang akhir pekan.

Dikutip dari RTI, Jumat (8/5/2026), IHSG pukul 9.10 WIB berada di level 7.147,86, turun 0,37% atau 26,46 poin. Pergerakan IHSG pada pembukaan berada di level 7.182,96 dengan level tertinggi 7.186,83 dan terendah 7.139,11.

Volume transaksi tercatat 5,09 miliar saham, turnover Rp 1,80 triliun dengan frekuensi transaksi 294.825 kali. Sebanyak 180 saham menguat, 367 saham melemah, dan 160 saham stagnan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu pada indeks saham di Asia lainnya, Nikkei terpantau melemah 0,63%, Hang Seng turun 1,21% dan Shanghai Composite Index melemah 0,11%.

ADVERTISEMENT

Prediksi IHSG Hari Ini

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih dalam risetnya menjelaskan, IHSG hari ini (8/5) diprediksi bervariasi dalam kisaran 7.100-7.200.Sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain, dari dalam negeri, IHSG rebound dalam 4 hari beruntun, outflow investor asing menyusut Rp 76,47 miliar di seluruh pasar (7/5). Saham blue chip menopang apresiasi IHSG, indeks LQ45 +1,62% dan IDX 30 +2,12% (7/5/2026).

"BEI menerbitkan aturan baru (8/5/2026) bahwa emiten di Papan Utama dan Pengembangan wajib memiliki free float minimal 15% dan minimal 50 juta saham beredar di publik, sementara Papan Akselerasi minimal 7,5%. Seluruh emiten wajib memiliki minimal 300 SID," tulisnya.

Sementara, BEI juga memberikan masa transisi bagi emiten untuk memenuhi free float minimum 15%, emiten dengan kapitalisasi pasar β‰₯ Rp5 triliun wajib memenuhi free float 12,5%-15% paling lambat 2027-2028, sementara emiten dengan kapitalisasi pasar

Dari Mancanegara, Bursa Wall Street koreksi terbatas setelah reli di perdagangan kemarin (7/5/2026). Pelaku pasar profit taking menjelang rilis data tenaga kerja akhir pekan ini. Sementara, konflik di Selat Hormuz masih berlanjut setelah Iran menyerang 3 kapal perang AS (7/5/2026).

"Harga minyak Brent rebound +2,65% US$ 102/barel secara intraday (8/5/2026) setelah koreksi dalam 3 hari beruntun dengan akumulasi penurunan -13%. Bursa Asia Pasifik hari ini dibuka melemah terbatas mengikuti Wall Street, indeks KOSPI -0,45% dan Nikkei 225 -0,23% (8/5/2026)," lanjutnya.

Halaman 2 dari 2
(ily/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads