Danantara Bakal Bawa BUMN Baru WtE Denera Melantai di BEI

Danantara Bakal Bawa BUMN Baru WtE Denera Melantai di BEI

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 11 Mei 2026 20:00 WIB
Badan investasi Danantara menempati kantor baru yang berlokasi di bekas Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Wisma Danantara Indonesia/Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana membawa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor waste to energy (WtE) melantai di perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan tersebut adalah PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan peluang membawa perusahaan tersebut melantai di bursa dinilai cukup terbuka, seiring tingginya investasi di sektor WtE Indonesia. Ia bahkan menyebut, investasi di sektor WtE menyentuh US$ 5 miliar atau Rp 87,07 triliun (kurs Rp 17.415).

"Ya keinginan kita nantinya setelah ada cashflow, kita kan mengharapkan 2028 selesai, ada cashflow, kita mau buat menjadi perusahaan Tbk di sini, Denera," ungkap Pandu di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan terpisah, Pandu mengatakan Danantara memiliki 33 proyek WtE sebesar US$ 5 miliar. Proyek saham menjadi energi ini akan dikerjakan bersama perusahaan asing dan lokal.

ADVERTISEMENT

Proyek WtE ini akan dikelola oleh Denera. Pandu mengatakan, perusahaan pelat merah ini akan menjadi pengelola WtE terbesar di dunia.

"Saya rasa ini akan menjadi salah satu waste to energy company terbesar yang akan ada di dunia. Saya rasa ini bisa jadi katalis yang baik kalau kita bisa masuk nanti, kalau diperbolehkan ya Pak ya, di Bursa Efek Indonesia. Nanti kita akan apply Insya Allah karena 2028 seharusnya sudah mulai ada cash flow," ungkap Pandu dalam acara Investor Relations Forum.

Sebagai informasi, Denera dibentuk pada 1 April 2026. Perusahaan tersebut direncanakan untuk menggarap proyek WtE atau fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Denera akan berperan sebagai pengelola dan mempunyai porsi saham 30% fasilitas PSEL, sementara partner dari proyek ini akan memiliki porsi saham sebesar 70%.

BUMN baru ini akan menjadi perusahaan yang memperbaiki pengelolaan sampah di Indonesia, mulai dari tahap pengumpulan hingga penerapan skema pengolahan seperti Depo Pengolahan Sampah Reduce (DPSR), Depo Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (DPS3R), dan Depo Pengolahan Sampah Terpadu (DPST).

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads