Ketua DPR RI Puan Maharani buka suara terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp 17.500 per dolar AS atau menjadi yang terendah sepanjang sejarah. Ia meminta pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) segera mengantisipasi dampak gejolak global terhadap ekonomi nasional.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar dolar AS pukul 10.10 WIB berada pada level Rp 17.520 atau naik 106 poin (0,61%). Saat pembukaan pasar sekitar pukul 09.06 dolar AS sudah berada di level Rp 17.487 atau naik 73 poin (0,42%). Artinya hanya dalam satu jam, nilai tukar Paman Sam ini sudah naik sekitar Rp 33.
"Tentu saja kita akan meminta kepada pemerintah dan stakeholder yang ada untuk mengantisipasi hal tersebut," kata Puan di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puan menegaskan pemerintah dan Bank Indonesia perlu menjaga stabilitas ekonomi agar pelemahan rupiah tidak berdampak buruk terhadap kondisi nasional. Menurutnya, antisipasi perlu dilakukan bukan hanya untuk tahun ini, tetapi juga hingga 2027.
"Bagaimana dengan situasi global, ini kan juga bukan hanya Indonesia, ini terkait dengan situasi global, apa yang akan dilakukan oleh pemerintah, termasuk dengan BI, situasi ini jangan sampai pengaruhnya itu nantinya akan membuat Indonesia jadi terpuruk, jadi harus diantisipasi sejak awal, bukan hanya tahun ini, tapi juga sampai tahun 2027," tutup Puan.
Ia menambahkan, DPR dalam masa sidang mendatang juga akan membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) untuk APBN 2027. Pembahasan tersebut akan mencakup strategi menghadapi tekanan ekonomi dan fiskal ke depan.
"DPR juga akan masuk dalam pembahasan KEM PPKF, yaitu APBN 2027, (2:53) karena itu juga termaksud dalam mengantisipasi APBN dan fiskal yang akan datang," tutup Puan.
(acd/acd)










































