Jelang Pengumuman MSCI, IHSG Merah-Ratusan Saham Berdarah

Jelang Pengumuman MSCI, IHSG Merah-Ratusan Saham Berdarah

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 12 Mei 2026 16:36 WIB
Jelang Pengumuman MSCI, IHSG Merah-Ratusan Saham Berdarah
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (12/5). Pelemahan indeks saham Indonesia ini terjadi menjelang pengumuman hasil rebalancing saham MSCI pada 12 Mei 2026 waktu Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG melemah 0,68% ke level 6.868,89. Indeks saham berhasil memangkas koreksinya setelah melemah lebih dari 2% pada level 6.762,87.

Volume perdagangan saham hari ini tercatat sebesar 32,87 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,11 triliun. Adapun frekuensi saham yang diperdagangkan sepanjang hari ini sebanyak 2.535.099 kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 463 saham melemah, 207 saham menguat, dan 151 saham stagnan. Sejalan dengan hal tersebut, tercatat saham-saham penopang IHSG yang ikut terkoreksi.

Saham Terkoreksi

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) misalnya, terkoreksi sebesar 3,51% ke harga Rp 3.570 per saham. Bahkan emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya juga ada yang tercatat melemah hingga Auto Reject Bawah (ARB), yakni PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang terkoreksi 14,69% ke harga Rp 610 per saham.

ADVERTISEMENT

Saham milik Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga tercatat melemah 8,25% ke harga Rp 945 per saham. Sementara emiten Grup Bakrie, PT BAkrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) tercatat melemah 8,62% ke harga Rp 318 per saham.

Sebagai informasi, MSCI akan mengumumkan hasil rebalancing untuk saham Indonesia pada 12 Mei 2026 waktu AS. Dalam pengumuman ini, MSCI tidak akan menambah konstituen saham asal Indonesia ke dalam indeksnya.

Sebaliknya, MSCI berpeluang menendang sejumlah saham RI yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC). Setidaknya terdapat dua saham RI kategori HSC dalam indeks MSCI, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Kebijakan ini disebut akan menurunkan bobot saham RI dalam indeks MSCI. Penurunan bobot ini berarti turunnya porsi investasi asing di saham RI dalam indeks MSCI.

"Jadi, kalau itu dilakukan oleh MSCI dan tidak ada saham baru yang masuk dalam MSCI, kita dalam jangka pendek akan melihat mungkin saja weighting Indonesia turun," ungkap Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam acara Investor Relations Forum di Main Hall BEI, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads