MSCI Tendang 18 Emiten RI, IHSG Langsung Babak Belur

MSCI Tendang 18 Emiten RI, IHSG Langsung Babak Belur

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 14 Mei 2026 06:00 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan
Ilustrasi.Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (13/5/2026) bergerak di zona merah usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) merilis hasil rebalancing. Dalam pengumuman terbaru, sebanyak 18 emiten Indonesia terdepak dari indeks globalnya.

Sentimen negatif dari pengumuman tersebut memicu tekanan di pasar saham domestik sejak pembukaan perdagangan. Sebanyak 416 saham terpantau melemah, 263 menguat dam 163 saham stagnan atau tidak mengalami perubahan.

Mengutip data RTI Business, Rabu (13/5/2026), IHSG ditutup melemah 1,98% atau turun 135,57 poin ke level 6.723,32. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.787,34 dan terendah 6.705,43. Volume transaksi tercatat mencapai 38,947 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 19,793 triliun dan frekuensi 2,29 juta kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Emiten besar Indonesia diketahui terdepak dari indeks MSCI dalam rebalancing bulan Mei. Dalam penyesuaian terbaru tidak ada satu pun saham Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard Index.

ADVERTISEMENT

Terpantau tiga emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terlempar dari MSCI Global Standard Index.

Selain saham milik Prajogo, emiten besar lainnya seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga ikut tersingkir dari indeks global tersebut.

Lalu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang sebelumnya ada di daftar indeks tersebut mengalami penurunan status atau turun kasta dari MSCI Global Standard Index ke MSCI Global Small Cap Index. Dengan demikian ada enam emiten yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index.

Dilihat dari dokumen MSCI, Rabu (13/5/2026), berikut daftar enam emiten Indonesia yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index:

1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
3. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
4. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
5. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
6. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Tak hanya di indeks utama, MSCI juga merombak komposisi MSCI Global Small Cap Index untuk saham Indonesia. Dalam penyesuaian kali ini, terdapat 13 saham domestik yang dikeluarkan dan satu yang masuk ke dalam daftar yaitu AMRT. Berikut daftar emiten yang ditendang:

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
2. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
3. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
4. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
5. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
6. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
7. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
8. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
9. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
10. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
11. PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
12. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
13. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

Dengan demikian, sebanyak 18 emiten dicoret dari MSCI dan 1 emiten turun kasta.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads