Disarankan Mundur Imbas Rupiah Digebuk Dolar AS, Gubernur BI: Yakin Stabil!

Disarankan Mundur Imbas Rupiah Digebuk Dolar AS, Gubernur BI: Yakin Stabil!

Herdi Alif Al Hikam, Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 18 Mei 2026 19:54 WIB
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo hari ini menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi XI DPR RI.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo ditanya soal saran mundur dari jabatan di tengah nilai tukar Rupiah yang terus menerus melemah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Saran mundur itu datang dari anggota Komisi XI DPR, Primus Yustisio. Bagaimana jawaban Perry?

"Yakin stabil," kata Perry usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perry juga sempat ditanya terkait hasil pertemuan dengan Prabowo bersama sejumlah menteri ekonomi. Ia ditanya apakah rapat tersebut turut membahas terkait stabilitas rupiah.

Namun, Perry enggan menjawab hasil pertemuan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Terima kasih, terima kasih," ucap Perry.

Kemudian Perry ditanya lagi soal saran mundur, Perry hanya bicara yakin stabil sambil masuk ke mobil dan meninggalkan Istana Kepresidenan.

Sebelumnya, Primus menyarankan agar Perry mundur dari jabatannya. Keputusan itu dianggap sebagai suatu tindakan terhormat di tengah situasi ini.

"Pak Perry yang saya hormati, kadang pak kalau kita mengambil tindakan gentleman, itu bukan penghinaan, Pak. Saya berikan contoh mungkin saatnya sekarang bapak mengundurkan diri. Tidak ada salah. Selanjutnya terserah Bapak, tentu saja. Tapi itu bukan sikap penghinaan," ujar Primus dalam rapat kerja dengan BI di DPR RI, Jakarta, Senin (18/5).

"Anda akan lebih dihormati seperti di Korea ataupun di Jepang. Kalau Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik, seperti itu, tidak ada salahnya," sambung Primus.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads