Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat lesu selama perdagangan pagi hingga siang. IHSG dibuka loyo dan kini parkir di zona merah pada penutupan sesi I. IHSG bertengger di level 6.300-an.
Berdasarkan data perdagangan RTI, Selasa (19/5/2026), pada penutupan perdagangan sesi I siang ini IHSG turun hingga 202,97 poin atau 3,08% ke level 6.396,26. IHSG berada di level tertingginya 6.635,12 dan terendah 6.376,34.
Sebanyak 611 saham melemah, 96 saham yang menguat, dan 107 saham stagnan alias tak mengalami perubahan. Hingga siang ini volume perdagangan saham sudah sebesar 27,96 miliar dengan turnover Rp 15,13 triliun dan frekuensi perdagangan 1.731.057 kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sepekan terakhir IHSG turun 3,08%, lalu melemah 16,07% jika dilihat dalam sebulan terakhir, dan melemah 21,20% dalam 6 bulan. IHSG juga melemah 26,03% year to date, tapi masih naik 2,14% dalam satu tahun terakhir.
Berdasarkan data Stockbit, dana asing kabur hingga Rp 5,86 triliun di sesi satu perdagangan. Dana asing dari saham CUAN milik Prajogo Pangestu terpantau yang paling banyak dibawa lari, mencapai Rp 96,7 miliar. Kemudian diikuti BBCA Rp 94,9 miliar, BREN Rp 70,4 miliar, dan DSSA dari grup Sinarmas Rp 70 miliar.
Prediksi IHSG
Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih dalam risetnya menjelaskan, IHSG hari ini (19/5) diprediksi bervariasi dalam kisaran 6.550-6.700. Sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain, dari dalam negeri, IHSG koreksi dalam 5 hari beruntun. Outflow investor asing di pasar reguler Rp 460 miliar (18/5/2026). Rupiah spot (18/5/2026) sempat menyentuh level Rp 17.700/USD ke level psikologis baru.
"Namun, BI telah melakukan 7 langkah intervensi rupiah, di antaranya aktif di pasar valas, peningkatan yield SRBI 6,21-6,45% tenor 6 bulan hingga 12 bulan (13/5/2026) total posisi SRBI melesat ke Rp 957,91 triliun (30/4/2026), pembelian SBN di pasar sekunder, pembatasan pembelian dolar AS maksimal US$ 25 ribu, menjaga likuiditas perbankan, penguatan intervensi di pasar offshore (NDF), serta peningkatan pengawasan aktivitas perbankan dan korporasi (Mulai 1 Juni 2026, mewajibkan maksimal 50% DHE SDA disimpan selama 12 bulan ke Bank Himbara dan dikonversikan ke rupiah (kecuali sektor minyak dan gas dengan penempatan 3 bulan). Pekan ini, pasar menanti rilis suku bunga BI-Rate yang diproyeksikan naik 25 bps untuk menjaga rupiah," tulisnya.
Dari Mancanegara, Bursa Wall Street cenderung melemah terbatas, indeks Nasdaq -0,51% dan S&P 500 -0,07% (18/5/2026). Pasar mencermati rilis laporan keuangan (Nasdaq: NVDA) pekan ini untuk memproyeksikan keberlanjutan reli AI di Wall Street. Dari Timur Tengah konflik belum usai, AS dan Iran membuat perubahan pada proposal masing-masing untuk mengakhiri perang, selain itu Presiden Trump menunda serangan yang direncanakan berlangsung pada hari ini (19/5/2026). Akibat pernyataan tersebut, reli harga minyak Brent tertunda dengan koreksi -2,18% ke USD 109/ barel (19/5/2026).
Simak juga Video 'IHSG Anjlok ke 6.400, Purbaya: Fondasi Ekonominya Kan Bagus':
(igo/fdl)










































